BEM SI Diminta Sampaikan Kritik dengan Cara Elegan, Terdidik, dan Bermartabat

Sabtu, 27 Juli 2024 - 19:16 WIB
Praktisi Hukum Henry Indraguna mengkritisi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berujung ricuh pada Senin (22/7/2024) malam lalu. FOTO/IST
JAKARTA - Praktisi Hukum Henry Indraguna mengkritisi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ( BEM SI ) berujung ricuh pada Senin (22/7/2024) malam lalu. Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan pemaksaan kehendak sekaligus mengganggu ketertiban umum.

"Sebaiknya model aksi demontrasi kekerasan tidak boleh lagi dipertunjukkan ke hadapan publik. Sebab, Presiden Joko Widodo sangat lah demokratis. Aksi demontrasi yang mempertunjukkan kekerasan bukan solusi terbaik untuk memecahkan persoalan bangs dan tantangan ke depan yang lebih rumit dan kompleks," kata Henry di Jakarta, Sabtu (27/7/2024).



Politikus Partai Golkar ini mengingatkan model aksi kekerasan seperti yang ditunjukkan BEM seluruh Indonesia sama sekali tidak menarik dan justru tidak mendapatkan simpati maupun empati masyarakat. Bahkan malah cenderung tidak diatensi dan dicemooh publik karena tidak mencerminkan karakter kaum intelektual yang semestinya yang memiliki ide, gagasan, pemikiran, dan tawaran solusi bagi perbaikan keadaan bangsa.

"Kericuhan yang dibuat BEM SI semakin membuat masyarakat apatis terhadap aksi mereka. Bahkan, masyarakat yang terkena dampak residu dari aksi tersebut malah balik mencemoohnya," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!