Dirlantas Polda Metro Pantau Protokol Kesehatan di Stasiun Tanah Abang
Senin, 24 Agustus 2020 - 11:21 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo meninjau penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Stasiun Tanah Abang. Foto: Komaruddin Bagja Arjawinangun/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo meninjau penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Hari ini, kami dari Polda Metro Jaya, khususnya jajaran Ditlantas melaksanakan pengecekan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan di Stasiun Tanah Abang. Pengecekan ini juga sebagai tindak lanjut dari sebuah video yang sempat viral di media sosial, yang berisi kepadatan penumpang yang mengantre di stasiun," kata Sambodo di lokasi, Senin (24/8/2020).
Sambodo menambahkan, kondisi antrean penumpang yang turun dari kereta dan yang hendak naik kereta sudah cukup kondusif. Mereka menaati aturan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Baca juga: Ekonomi Rakyat Lagi Sulit, Denda Tak Pakai Masker Dianggap Kurang Tepat )
"Hanya mungkin yang perlu diperbaiki adalah penumpang yang turun dan naik kereta harus diawasi secara ketat. Karena, di Stasiun Tanah Abang ini, setiap harinya melayani sekitar 60 ribu penumpang. Frekuensi KRL yang banyak tentu akan mengurangi kepadatan di stasiun dan pengaturan penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi lebih efektif," lanjutnya.
"Hari ini, kami dari Polda Metro Jaya, khususnya jajaran Ditlantas melaksanakan pengecekan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan di Stasiun Tanah Abang. Pengecekan ini juga sebagai tindak lanjut dari sebuah video yang sempat viral di media sosial, yang berisi kepadatan penumpang yang mengantre di stasiun," kata Sambodo di lokasi, Senin (24/8/2020).
Sambodo menambahkan, kondisi antrean penumpang yang turun dari kereta dan yang hendak naik kereta sudah cukup kondusif. Mereka menaati aturan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Baca juga: Ekonomi Rakyat Lagi Sulit, Denda Tak Pakai Masker Dianggap Kurang Tepat )
"Hanya mungkin yang perlu diperbaiki adalah penumpang yang turun dan naik kereta harus diawasi secara ketat. Karena, di Stasiun Tanah Abang ini, setiap harinya melayani sekitar 60 ribu penumpang. Frekuensi KRL yang banyak tentu akan mengurangi kepadatan di stasiun dan pengaturan penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan menjadi lebih efektif," lanjutnya.
Lihat Juga :