Santri Digitalpreneur, Program Kemenparekraf yang Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Sabtu, 20 Juli 2024 - 11:02 WIB
Tujuannya untuk mencetak santri yang berkarakter kuat dan berintegritas dalam berkarya, memberdayakan santri unggulan agar kompetitif di industri kreatif dan digital, serta menjadikan santri modern yang tetap mengutamakan akhlakul karimah.

Kegiatan Pelatihan Santri DigitalPreneur Indonesia diadakan kembali di 10 kabupaten/kota terpilih, yaitu Lombok Barat, Balikpapan, Sukabumi, Gorontalo, Gresik, Padang Panjang, Banyuwangi, Wajo, dan Pekanbaru.

Maka pada saat ini terpilihlah Pondok Pesantren Assalafiyyah. Pemilihan peserta didasarkan pada minat para santri terhadap proses kreatif dan digitalisasi. Di setiap kota, dijaring 50 orang peserta dari 10 pesantren yang akan mengikuti pelatihan selama 4 hari.

Setiap pesantren akan tergabung menjadi 1 kelompok beranggotakan 5 orang, dan diminta untuk menghasilkan 1 konten. Karya terbaik dari masing-masing kota nantinya akan dipamerkan pada Demo Day di Jakarta.

Direktur Pendidikan Ponpes Assalafiyah Mlangi 2, KH Irwan masduki mengapresiasi program Santridigital Preneur Indonesia. Program ini sejalan dengan kegiatan yang ada di pesantren. Salah satunya diaplikasikan dalam Digital laundry aplikasi yang melibatkan beberapa warga sekitar.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!