Kisah Perpecahan Singasari usai Raja Pertama Tewas Dibunuh Anak Tiri
Senin, 15 Juli 2024 - 06:13 WIB
Baca Juga: Gayatri, Putri Cantik Kerajaan Singasari di Balik Kejayaan Majapahit
Penunjukan Mahisa Wunga Teleng sebagai raja di Kediri menimbulkan kecemburuan dalam hati Anusapati. Ia merasa ada perlakuan berbeda antara dirinya dan Mahisa Wunga Teleng, yang akhirnya memicu keputusan Anusapati untuk membunuh Ken Arok. Tindakan ini mengakibatkan tahta Tumapel jatuh ke tangan Anusapati, sementara Mahisa Wunga Teleng masih memerintah di Kediri.
Namun, mengetahui bahwa Anusapati bertanggung jawab atas kematian ayahnya, Mahisa Wunga Teleng menolak untuk tunduk kepada Tumapel. Ketegangan ini menyebabkan perpecahan di tubuh Kerajaan Singasari. Pada tahun 1227, usai kematian Ken Arok, kerajaan terbagi menjadi dua bagian: Tumapel di bawah kekuasaan Anusapati dan Kediri di bawah kekuasaan Mahisa Wunga Teleng.
Perseteruan antara kedua kerajaan ini semakin diperparah oleh dukungan saudara-saudara Mahisa Wunga Teleng yang lebih berpihak pada Kediri, seperti yang dinyatakan dalam Prasasti Mula-Malurung. Prasasti ini menyebutkan bahwa Guning Bhaya dan Tohjaya secara berturut-turut menggantikan Mahisa Wunga Teleng sebagai pemimpin di Kediri.
Perpecahan Singasari ini menandai awal dari konflik berkepanjangan yang mengancam stabilitas dan keberlangsungan kerajaan, menciptakan sejarah berdarah yang akan terus diingat dalam kisah-kisah masa lalu Nusantara.
Penunjukan Mahisa Wunga Teleng sebagai raja di Kediri menimbulkan kecemburuan dalam hati Anusapati. Ia merasa ada perlakuan berbeda antara dirinya dan Mahisa Wunga Teleng, yang akhirnya memicu keputusan Anusapati untuk membunuh Ken Arok. Tindakan ini mengakibatkan tahta Tumapel jatuh ke tangan Anusapati, sementara Mahisa Wunga Teleng masih memerintah di Kediri.
Namun, mengetahui bahwa Anusapati bertanggung jawab atas kematian ayahnya, Mahisa Wunga Teleng menolak untuk tunduk kepada Tumapel. Ketegangan ini menyebabkan perpecahan di tubuh Kerajaan Singasari. Pada tahun 1227, usai kematian Ken Arok, kerajaan terbagi menjadi dua bagian: Tumapel di bawah kekuasaan Anusapati dan Kediri di bawah kekuasaan Mahisa Wunga Teleng.
Perseteruan antara kedua kerajaan ini semakin diperparah oleh dukungan saudara-saudara Mahisa Wunga Teleng yang lebih berpihak pada Kediri, seperti yang dinyatakan dalam Prasasti Mula-Malurung. Prasasti ini menyebutkan bahwa Guning Bhaya dan Tohjaya secara berturut-turut menggantikan Mahisa Wunga Teleng sebagai pemimpin di Kediri.
Perpecahan Singasari ini menandai awal dari konflik berkepanjangan yang mengancam stabilitas dan keberlangsungan kerajaan, menciptakan sejarah berdarah yang akan terus diingat dalam kisah-kisah masa lalu Nusantara.
(hri)
Lihat Juga :