Tak Lagi Ibu Kota Negara, Jakarta Butuh Rp300 Triliun Bangun Infrastruktur
Kamis, 20 Juni 2024 - 00:22 WIB
Selain investor luar negeri, pihaknya juga bakal menarik para pengusaha lokal untuk menanamkan modalnya di Jakarta. Dia yakin hal itu tidak sulit mengingat saat ini pertumbuhan ekonomi Jakarta masih tetap kuat dengan kisaran 4,8% - 5,6%.
"Kami berharap Jakarta Investment Festival 2024 dapat merangkul lebih banyak pihak untuk dapat memiliki pemahaman lebih lanjut mengenai potensi besar perekonomian Jakarta pascapemindahan IKN ke Kalimantan," katanya.
Kepala Jakarta Investment Centre (JIC) Tona Hutauruk menjelaskan untuk 34 proyek infrastruktur di Jakarta, sedikitnya butuh dana Rp300 triliun. Karena itulah, pihaknya menawarkan beberapa proyek pada JIF yaitu pembangunan mixed use di Blok M, LRT Jakarta Fase 2A, Apartemen Palm Court, Ancol Timur, sistem pengolahan air limbah Jakarta zona 5, serta hotel dan Akademi E-Sport.
Tak sebatas pembangunan, proyek juga menawarkan kolaborasi investasi berupa kerja sama manajemen kawasan industri JIEP, optimalisasi aset air di Cilandak, dan pemanfaatan aset pemerintah yang idle seperti GOR Bulungan dan Terminal Kampung Rambutan.
Saat ini, proyek investasi potensial tersebut dapat dieksplorasi oleh swasta maupun badan usaha lainnya dengan BUMD dan BLUD terkait dalam rangkaian JIF 2024. Maka itu, pihaknya mengundang sejumlah pihak untuk bekerja sama.
"Kami berharap Jakarta Investment Festival 2024 dapat merangkul lebih banyak pihak untuk dapat memiliki pemahaman lebih lanjut mengenai potensi besar perekonomian Jakarta pascapemindahan IKN ke Kalimantan," katanya.
Kepala Jakarta Investment Centre (JIC) Tona Hutauruk menjelaskan untuk 34 proyek infrastruktur di Jakarta, sedikitnya butuh dana Rp300 triliun. Karena itulah, pihaknya menawarkan beberapa proyek pada JIF yaitu pembangunan mixed use di Blok M, LRT Jakarta Fase 2A, Apartemen Palm Court, Ancol Timur, sistem pengolahan air limbah Jakarta zona 5, serta hotel dan Akademi E-Sport.
Tak sebatas pembangunan, proyek juga menawarkan kolaborasi investasi berupa kerja sama manajemen kawasan industri JIEP, optimalisasi aset air di Cilandak, dan pemanfaatan aset pemerintah yang idle seperti GOR Bulungan dan Terminal Kampung Rambutan.
Saat ini, proyek investasi potensial tersebut dapat dieksplorasi oleh swasta maupun badan usaha lainnya dengan BUMD dan BLUD terkait dalam rangkaian JIF 2024. Maka itu, pihaknya mengundang sejumlah pihak untuk bekerja sama.
Lihat Juga :