Mepe Kasur, Tradisi Unik Suku Osing Kemiren Banyuwangi Jelang Iduladha

Sabtu, 08 Juni 2024 - 11:06 WIB
“Upacara adat tumpeng sewu bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur warga terhadap nikmat yang telah diberikan sang pencipta,” kata Adi Purwadi kepada iNews Media Group, Sabtu (8/6/2024).

Uniknya, semua kasur yang dijemur memiliki warna yang sama, yakni merah hitam, dua warna itulah yang melambangkan sebuah harmonisasi rumah tangga dengan perpaduan prinsip keberanian hingga keabadian.

”Mungkin satu-satunya desa yang punya kasur seragam dengan warna merah dan hitam. Warna hitam warna keabadian, dan merah warna keberanian, dan kerja keras,” ucap dia.

Baca Juga: Kisah Pak Mad, Pria Paruh Baya asal Banyuwangi yang Tetap Semangat Jadi Muadzin Meski Alami Kebutaan

Menurut Adi, kedua unsur itu dijadikan prinsip warga desanya dalam membangun sebuah mahligai rumah tangga. Dimana kasur dipercaya menjadi bagian yang penting dalam membangun sebuah rumah tangga.

”Kalau kita ngomong kasur berarti kita ngomong rumah tangga, kalau ingin rumah tangga bahagia maka ikut dua unsur tadi, keabadian tentang jodohnya 'katresnane' harus dikukuhkan dan dirawat, yang kedua kerja keras dan keberanian juga harus dirawat,” terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!