Jika Iran Beli S-400 Rusia, Maka Israel akan Siagakan Jet Siluman F-35
Rabu, 19 Agustus 2020 - 08:01 WIB
Menurut laporan Pentagon 2019 yang berjudul "Military Power Report Statement", pada bagian "Military Power" yang juga mencakup Rusia dan China, diduga bahwa setelah embargo senjata Iran berakhir pada tahun 2020, hal itu akan memberikan kesempatan bagi Teheran untuk memperoleh beberapa kemampuan canggih yang telah berada di luar jangkauannya selama beberapa dekade.
Laporan itu melanjutkan bahwa Iran telah memperoleh sistem pertahanan udara SA-20C Rusia, yang memberi Iran kemampuan pertamanya untuk mempertahankan diri dari senjata Angkatan Udara modern.
“ Iran juga memperkuat sistem pertahanan udara terintegrasi melalui produksi dalam negeri serta akuisisi asing. Iran sedang menurunkan rudal surface-to-air dan sistem radar yang lebih mampu dikembangkan di dalam negeri," bunyi laporan Pentagon.
Iran , lanjut laporan Pentagon, juga diduga berusaha mendapatkan perangkat keras pertahanan Rusia, termasuk sistem pertahanan udara S-400, sistem pertahanan pantai K-300P Bastion, jet tempur Su-30, pesawat latih Yak-130, dan tank tempur utama T-90.
Direktur senior Center on Military and Political Power di Foundation for Defense of Democracies, Bradley Bowman, mengatakan Iran pada 2019 berusaha membeli S-400, sistem rudal surafce-to-air mobile Rusia yang berkemampuan tinggi.
Laporan itu melanjutkan bahwa Iran telah memperoleh sistem pertahanan udara SA-20C Rusia, yang memberi Iran kemampuan pertamanya untuk mempertahankan diri dari senjata Angkatan Udara modern.
“ Iran juga memperkuat sistem pertahanan udara terintegrasi melalui produksi dalam negeri serta akuisisi asing. Iran sedang menurunkan rudal surface-to-air dan sistem radar yang lebih mampu dikembangkan di dalam negeri," bunyi laporan Pentagon.
Iran , lanjut laporan Pentagon, juga diduga berusaha mendapatkan perangkat keras pertahanan Rusia, termasuk sistem pertahanan udara S-400, sistem pertahanan pantai K-300P Bastion, jet tempur Su-30, pesawat latih Yak-130, dan tank tempur utama T-90.
Direktur senior Center on Military and Political Power di Foundation for Defense of Democracies, Bradley Bowman, mengatakan Iran pada 2019 berusaha membeli S-400, sistem rudal surafce-to-air mobile Rusia yang berkemampuan tinggi.
Lihat Juga :