Motif Pembunuhan Mayat Terbungkus Sarung di Tangsel, Polisi: Pelaku Sakit Hati
Senin, 13 Mei 2024 - 15:21 WIB
Pelaku merasa korban yang merupakan pamannya memperlakukan dirinya dengan sewenang-wenang. Korban dianggap sering memarahi pelaku yang tidak bagus dalam bekerja meski pun telah berusaha sangat keras.
"Jadi dia itu sering dimarahi. Itu kan tokonya 24 jam dia kayak merasa udah kerja bagus. Kayak tidur subuh-subuh dibangungin 'lu kalau kerja lu tidur aja jangan di sini' begitu beberapa kali," jelasnya.
Kemudian puncaknya pada hari Kamis Subuh. Pelaku membangunkan korban dengan cara yang dianggap membuat kesal dengan menarik sarung.
"Pemicu puncaknya pada hari Kamis itu, subuh, dia dibangunin itu, terus Kamis berarti subuhnya Jumat, habis salat Jumat itu lah dia mempersiapkan," bebernya.
Pelaku menggunakan golok milik tetangganya untuk dihantamkan ke bagian leher korban saat sedang makan. Kemudian pada malam Sabtu membuang jasad dan akhirnya ditemukan warga.
"Jadi dia itu sering dimarahi. Itu kan tokonya 24 jam dia kayak merasa udah kerja bagus. Kayak tidur subuh-subuh dibangungin 'lu kalau kerja lu tidur aja jangan di sini' begitu beberapa kali," jelasnya.
Kemudian puncaknya pada hari Kamis Subuh. Pelaku membangunkan korban dengan cara yang dianggap membuat kesal dengan menarik sarung.
"Pemicu puncaknya pada hari Kamis itu, subuh, dia dibangunin itu, terus Kamis berarti subuhnya Jumat, habis salat Jumat itu lah dia mempersiapkan," bebernya.
Pelaku menggunakan golok milik tetangganya untuk dihantamkan ke bagian leher korban saat sedang makan. Kemudian pada malam Sabtu membuang jasad dan akhirnya ditemukan warga.
Lihat Juga :