Heru Budi Harus Audit Transjakarta karena Pemotongan Saldo Dobel yang Berpotensi Kerugian Miliaran

Rabu, 08 Mei 2024 - 19:37 WIB
Terkait pemotongan saldo dua kali di halte TransJakarta, Lembaga Perkumpulan Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia pernah melaporkan manajemen Transjakarta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan yang dilayangkan pada 2022 itu terkait pembuatan proyek sistem kartu dan gate Tap In-Tap Out Transjakarta.

Sejumlah penumpang Transjakarta menyampaikan keluhan kepada operator transportasi yang populer dengan sebutan busway itu di kanal media sosial.

Saski mempertanyakan saldonya terpotong Rp14 ribu saat melakukan tap in di halte Tanjung Duren pada 2 Mei 2024 pukul 07.20 WIB dan kembali terpotong dengan tarif normal di mesin tap out halte Widya Candra, Jalan Gatot Subroto pukul 07.48 WIB.

Pengguna Transjakarta lainnya, Sasa, pada 3 Mei 2024 melakukan perjalanan dari halte Kota Bambu (tap in) menuju halte Pondok Indah Mal (PIM).

Di beberapa halte Transjakarta kerap dijumpai mesin tap in melakukan reset dan memotong saldo pada kartu penumpang. Salah satunya di halte Transjakarta Sarinah, Jakarta Pusat.

Penjaga halte Sarinah Ikhsan menduga penumpang yang saldonya terpotong dua kali tak melakukan tap out alias belum melakukan pembayaran saat melakukan perjalanan menggunakan bus Non BRT seperti Metro Trans. Padahal, sistem pembayaran Metro Trans langsung memotong saldo penumpang saat tap in, berbeda dengan Transjakarta yang memotong saldo saat tap out. Kartu penumpang pun akan terblokir apabila tak melakukan tap out.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!