Pussenkav Kodiklat TNI AD dan YDSP Bantu Ponpes Terdampak COVID-19

Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:22 WIB
Direktur Umum Pussenkav Kodiklat TNI AD dan Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli saat memberikan bantuan ke Ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Darul Inayah di Desa Kertawangi, Cisarua, KBB, Selasa (18/8/2020). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
BANDUNG BARA - Pussenkav Kodiklat TNI AD bersama Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Masyarakat Tionghoa Peduli menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak COVID-19, Selasa (18/8/2020).

Bantuan diserahkan kepada lembaga pendidikan Panti Sosial Asuhan Anak dan Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Darul Inayah yang berlokasi di Kampung Cipeusing RT 04/04, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).



"Sebagai warga negara dan juga salah satu tugas TNI dalam penanganan COVID-19, maka kami bertanggung jawab untuk ikut membantu warga yang kesulitan di masa pandemi ini," kata Direktur Umum Pussenkav Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Bambang Supardi yang didampingi Dandim 0609/Cimahi Letkol Kavaleri Tody Wahyudi saat ditemui di lokasi. (Baca: Human Initiative Salurkan Bantuan kepada 15.837 Warga Terdampak Covid-19 )

Menurutnya, pondok pesantren menjadi salah satu prioritas yang harus dibantu karena terkait dengan keberlangsungan pendidikan. Semoga silaturahmi dan bantuan tersebut bisa membuat para santri lebih semangat dalam menimba ilmu. Dia pun mengingatkan agar disiplin protokol kesehatan harus dijaga seperti memakai masker dan tidak berkerumun untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Koordinator Utama Masyarakat Tionghoa Peduli Herman Widjaja menyebutkan, pihaknya ingin berbagi di saat pandemi kepada yang membutuhkan. Dipilihnya Ponpes Darul Inayah karena lembaga pendidikan ini tidak menerima atau memungut biaya dari para siswanya.

Sehingga mereka layak dibantu karena pasti sangat kesulitan dalam menyiapkan kebutuhan para santrinya, terlebih di tengah kondisi serba sulit pandemi COVID-19. "Selama pandemi pesantren ini menampung 300 anak yatim piatu yang tidak punya rumah dan tidak punya orang tua. Sekarang saat pembelajaran kembali dimulai ada sekitar 500 anak, jadi pasti mereka butuh bantuan kebutuhan pangan sehari-hari, makanya kami bantu," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!