Mengenal Budaya Toron dan Nyekar, Tradisi Warga Sampang Madura Rayakan Idulfitri
Rabu, 10 April 2024 - 12:05 WIB
Masyarakat Madura di Sampang melestarikan tradisi leluhur dengan menggelar doa bersama dilanjutkan tradisi nyekar atau menaburkan bunga ke makam. Foto: iNews TV/Diwan M Zahri
SAMPANG - Ziarah di makam para leluhur dengan menggelar doa bersama dilanjutkan tradisi nyekar atau menaburkan bunga ke makam, masih terus dijaga oleh masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Tradisi nyekar ini, menjadi salah satu rangkaian dalam perayaan Idulfitri bagi masyarakat Suku Madura tersebut. Tradisi nyekar di saat perayaan Idulfitri tersebut, salah satunya digelar warga di Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Mereka melaksanakan acara doa bersama dilanjutkan nyekar, saat pagi menjelang pelaksanaan salat Idulfitri atau di malam takbiran. Warga di desa tersebut, rutin melaksanakan tradisi nyekar saat menjelang hari raya besar, seperti Iduladha, dan Idulfitri.
Baca Juga: Kisah Pesarean Batu Ampar, Jejak Penyebaran Islam di Madura
Mereka meyakini, tradisi nyekar ini dapat mempererat tali silaturahmi, pasalnya seluruh keluarga akan berkumpul bersama. Sebelum dilaksanakan tradisi nyekar, warga akan bergotongroyong melakukan pembersihan dan perawatan makam leluhur.
Selanjutnya mereka akan menggelar doa bersama di makam, dan diakhiri dengan tabur bunga bersama. Warga Suku Madura, selalu memiliki tradisi unik saat perayaan Idulfitri. Mereka yang bekerja jauh di luar Pulau Madura, akan pulang kampung menjelang perayaan leberan.
Tradisi nyekar ini, menjadi salah satu rangkaian dalam perayaan Idulfitri bagi masyarakat Suku Madura tersebut. Tradisi nyekar di saat perayaan Idulfitri tersebut, salah satunya digelar warga di Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Mereka melaksanakan acara doa bersama dilanjutkan nyekar, saat pagi menjelang pelaksanaan salat Idulfitri atau di malam takbiran. Warga di desa tersebut, rutin melaksanakan tradisi nyekar saat menjelang hari raya besar, seperti Iduladha, dan Idulfitri.
Baca Juga: Kisah Pesarean Batu Ampar, Jejak Penyebaran Islam di Madura
Mereka meyakini, tradisi nyekar ini dapat mempererat tali silaturahmi, pasalnya seluruh keluarga akan berkumpul bersama. Sebelum dilaksanakan tradisi nyekar, warga akan bergotongroyong melakukan pembersihan dan perawatan makam leluhur.
Selanjutnya mereka akan menggelar doa bersama di makam, dan diakhiri dengan tabur bunga bersama. Warga Suku Madura, selalu memiliki tradisi unik saat perayaan Idulfitri. Mereka yang bekerja jauh di luar Pulau Madura, akan pulang kampung menjelang perayaan leberan.
Lihat Juga :