Kisah Pangeran Diponegoro, Pejuang Islam yang Kuasai Ilmu Fiqh dan Tasawuf
Sabtu, 16 Maret 2024 - 07:29 WIB
Dia di kemudian hari mengatakan dengan bangga koleksi buku-buku hukum Islam Jawa-nya yang disimpan oleh seorang temannya di Yogya selama Perang Jawa.
Kenyataan itulah yang dapat menjelaskan kenapa Diponegoro kemudian sangat kritis terhadap reformasi hukum 1812 yang diberlakukan oleh pemerintah Inggris, termasuk yang memangkas kewenangan pengadilan agama Jawa.
Karya-karya tentang hukum Islam, teologi mistik, tata bahasa dan tafsir Quran, tampaknya telah digunakan secara umum dalam pengajaran dalam pesantren-pesantren Jawa masa itu.
Hal ini membuat minat khusus Diponegoro, dalam karya-karya tentang hukum Islam barangkali tidak terlalu istimewa dalam konteks pendidikan pesantren pada masa itu.
Kenyataan itulah yang dapat menjelaskan kenapa Diponegoro kemudian sangat kritis terhadap reformasi hukum 1812 yang diberlakukan oleh pemerintah Inggris, termasuk yang memangkas kewenangan pengadilan agama Jawa.
Karya-karya tentang hukum Islam, teologi mistik, tata bahasa dan tafsir Quran, tampaknya telah digunakan secara umum dalam pengajaran dalam pesantren-pesantren Jawa masa itu.
Hal ini membuat minat khusus Diponegoro, dalam karya-karya tentang hukum Islam barangkali tidak terlalu istimewa dalam konteks pendidikan pesantren pada masa itu.
(ams)
Lihat Juga :