Ahli Waris KPPS Meninggal di NTT Terima Santunan Rp36 Juta dan Biaya Pemakaman Rp10 Juta

Selasa, 20 Februari 2024 - 18:33 WIB
Ahli waris petugas KPPS yang meninggal dunia di NTT setelah pemungutan suara 14 Februari 2024 menerima santunan sebesar Rp36 juta, plus biaya pemakaman Rp10 juta. Foto/Ilustrasi/Istimewa
KUPANG - Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) memberikan santunan kematian untuk para penyelenggara Pemilu 2024 yang meninggal dunia di beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut catatan KPU Provinsi NTT, ada 3 petugas penyelengara yang dinyatakan meninggal dunia di 3 kabupaten pasca pemungutan suara 14 Februari 2024.



Komisioner KPU Provinsi NTT Baharudin Hamzah mengatakan, dua di antaranya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan 1 petugas Panitia Pemunggutan Suara (PPS).

Baca juga; 57 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Pemilu 2024, Didominasi Usia 41-50 Tahun

Pihaknya telah menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris salah satu korban, yakni Ketua KPPS TPS 07 Desa Baikiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, atas nama almarhumah Marselina Hoar.

"Ahli warisnya telah menerima santunan sebesar Rp36 juta dan biaya pemakanan Rp10 juta," ungkap Hamzah, Selasa (20/2/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!