Duta Damai dan FKPT Harus Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme

Minggu, 04 Februari 2024 - 15:18 WIB
Remaja, perempuan, dan anak-anak sangat mudah dibujuk menggunakan narasi yang dibalut jubah dan atribut-atribut keagamaan.

“Mereka (kelompok radikal terorisme) menggunakan tokoh-tokoh agama ‘primordial’ untuk menyebar propaganda. Tokoh-tokoh ini efektif menciptakan rasa percaya pada masyarakat sehingga paham yang diyakininya benar,” tutur mantan Kapolda Jateng dan Sumut itu.

Dalam konteks inilah, lanjut Rycko, sinergi antara FKPT dan Duta Damai perlu dikuatkan dan diintensifkan. Melalui program-programnya, FKPT dan Duta Damai perlu bekerjasama untuk membangun public resilience terhadap ideologi radikal terorisme dengan membangun awareness di tengah masyarakat terhadap ideologi ini.

Kepala BNPT menegaskan soalnya perlunya sinergi program antara dua pihak. Duta Damai memiliki pasar Gen Z dan millenial yang masif dan FKPT mempunyai kapasitas intelektual yang baik.

Bentuk sinergitas itu, menurut Rycko, misalnya diwujudkan dalam bentuk seminar online via Live Instagram yang dikelola oleh Duta Damai.

“Duta Damai sudah punya akun IG, nah silahkan FKPT bidang keagamaan mengisi live IG dengan kajian keagamaan dalam rangka kontra radikalisasi,” kata Rycko.

Upaya-upaya ini adalah bentuk edukasi kepada publik dan upaya pencegahan dini. Edukasi merupakan kata kunci untuk memberantas sel-sel jaringan terorisme.

Mengutip Malala Yousafzai, Rycko menegaskan senjata saja tidak bisa menghapuskan terorisme, ia hanya akan memberantas pelaku teror. Edukasilah yang dapat membunuh terorisme.

Menurutnya, pelaku teror adalah kriminal yang menganggap apa yang dilakukannya benar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!