Tarif Transportasi Turun, Jakarta Catatkan Deflasi Awal Tahun 2024

Sabtu, 03 Februari 2024 - 00:57 WIB
Sementara, sumbangan deflasi pada bulan lalu bersumber dari kelompok transportasi sebesar 2,16% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,84% (mtm).

Torehan ini disebabkan terutama menurunnya tarif angkutan udara sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah Hari Raya Natal dan Tahun Baru serta penurunan harga bensin sejalan penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh pemerintah pada 1 Januari 2024.

Hal sama juga terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat deflasi sebesar 0,06% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang mengalami inflasi (1,55% mtm).

Begitu juga dengan penurunan harga telur ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit sejalan dengan meningkatnya pasokan akibat berlangsungnya panen raya di wilayah sentra.

"Meskipun demikian, terdapat beberapa komoditas pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi yaitu tomat yang disebabkan tingginya curah hujan dan beras seiring masih tingginya harga gabah di tingkat domestik serta realisasi impor yang belum optimal," jelas Arlyana.

Di sisi lain, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi sebesar 0,48% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan lalu (0,00% mtm). Tekanan inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong kenaikan harga komoditas kue kering berminyak sejalan dengan meningkatnya permintaan menjelang perayaan Imlek 2024.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!