Tak Punya HP, Anak Terpaksa Belajar Online ke Rumah Teman
Selasa, 11 Agustus 2020 - 14:51 WIB
"Dulu saya kerja jadi buruh angkut batu tapi sekarang udah enggak, jadi ga punya penggasilan. Kaki saya ga kuat, sakit, kata dokter asam urat," terangnya. Awalnya istri dan anaknya tinggal di sebuah kontrakan dengan sewa Rp350.000/bulan. (Baca: Belajar Online, Sejumlah Pelajar Susuri Hutan )
Sementara dirinya lebih suka tinggal di gubuk yang dibangun di lahan garapan milik perusahaan tambang tempat Rukandi sebelumnya menjadi buruh angkut batu. Itu dilakukan agar dapat sambil menjaga tanaman seperti singkong, ubi, kacang tanah, dan cabe rawit yang digarapnya.
"Baru seminggu anak dan istri tinggal di sini karena tak bisa bayar kontrakan. Ya memang kalau ke kampung sebelah lumayan jauh, kasihan juga anak saya," imbuhnya.
Sementara dirinya lebih suka tinggal di gubuk yang dibangun di lahan garapan milik perusahaan tambang tempat Rukandi sebelumnya menjadi buruh angkut batu. Itu dilakukan agar dapat sambil menjaga tanaman seperti singkong, ubi, kacang tanah, dan cabe rawit yang digarapnya.
"Baru seminggu anak dan istri tinggal di sini karena tak bisa bayar kontrakan. Ya memang kalau ke kampung sebelah lumayan jauh, kasihan juga anak saya," imbuhnya.
(don)
Lihat Juga :