Kisah Mpu Kumbhayoni Kerahkan Kekuatan Magis Rebut Takhta Kerajaan Mataram
Sabtu, 13 Januari 2024 - 07:22 WIB
Menurut prasasti Siwagerha berlangsung sampai satu tahun. Anak bungsu Rakai Pikatan, yaitu Rakai Kayuwangi Pu /dyah Lokapala, sebagai pemimpin pasukan yang gagah berani berhasil memukul mundur Rakai Walaing
Rakai Walaing pun mengungsi ke atas Bukit Ratu Baka dan membuat benteng pertahanan di sana, sebagaimana dikutip dari “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”.
Oleh karena strategisnya lokasi ini, Rakai Kayuwangi mengalami kesulitan untuk menggempurnya, sehingga Rakai Walaing sempat mendirikan berbagai bangunan, untuk lingga bagi Siwa dalam berbagai aspeknya.
Baca Juga: Asal-usul Wangsa Sailendra, Trah Raja-raja Besar di Pulau Jawa
Bangunan lingga itu, sebagai upaya magis untuk memperoleh kemenangan. la juga membuat silsilah untuk menunjukkan bahwa ia berhak atas takhta kerajaan Mataram.
Di bukit Ratu Baka itu memang pernah ditemukan sebuah arca batu yang digambarkannya sebagai sebuah arca Siwa Mahadewa menghancurkan Tripurantaka.
Rakai Walaing pun mengungsi ke atas Bukit Ratu Baka dan membuat benteng pertahanan di sana, sebagaimana dikutip dari “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”.
Oleh karena strategisnya lokasi ini, Rakai Kayuwangi mengalami kesulitan untuk menggempurnya, sehingga Rakai Walaing sempat mendirikan berbagai bangunan, untuk lingga bagi Siwa dalam berbagai aspeknya.
Baca Juga: Asal-usul Wangsa Sailendra, Trah Raja-raja Besar di Pulau Jawa
Bangunan lingga itu, sebagai upaya magis untuk memperoleh kemenangan. la juga membuat silsilah untuk menunjukkan bahwa ia berhak atas takhta kerajaan Mataram.
Di bukit Ratu Baka itu memang pernah ditemukan sebuah arca batu yang digambarkannya sebagai sebuah arca Siwa Mahadewa menghancurkan Tripurantaka.
Lihat Juga :