Puncak Hujan Diprediksi Februari saat Pemilu, Heru Budi Optimistis Jakarta Tidak Banjir
Kamis, 23 November 2023 - 16:20 WIB
BPBD DKI sudah mewanti-wanti puncak musim hujan di Jakarta terjadi pada Februari 2024. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, kondisi IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kondisi positif dan diprediksi bertahan hingga akhir tahun 2023.
Baca Juga: Musim Penghujan, BPBD DKI Sebut Ada 25 Titik Rawan Banjir di Jakarta
Kata dia, musim hujan di Indonesia biasanya disebabkan oleh Monsun Asia. Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah Barat Indonesia yang membawa massa udara lebih banyak yang menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang dan hujan deras.
Fenomena ini diprediksi mulai aktif memasuki wilayah Indonesia pada November 2023, namun datang lebih lambat dari biasanya, sehingga diprakirakan awal musim hujan 2023/2024 di wilayah Provinsi DKI Jakarta terjadi pada bulan November tahun 2023 dan puncaknya terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.
"BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk bersiap siaga menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor dan angin kencang. Masyarakat dapat turut berperan serta melakukan upaya mitigasi secara mandiri di lingkungannya masing-masing," ujar Isnawa.
Baca Juga: Musim Penghujan, BPBD DKI Sebut Ada 25 Titik Rawan Banjir di Jakarta
Kata dia, musim hujan di Indonesia biasanya disebabkan oleh Monsun Asia. Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah Barat Indonesia yang membawa massa udara lebih banyak yang menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang dan hujan deras.
Fenomena ini diprediksi mulai aktif memasuki wilayah Indonesia pada November 2023, namun datang lebih lambat dari biasanya, sehingga diprakirakan awal musim hujan 2023/2024 di wilayah Provinsi DKI Jakarta terjadi pada bulan November tahun 2023 dan puncaknya terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.
"BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk bersiap siaga menghadapi potensi terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir, longsor dan angin kencang. Masyarakat dapat turut berperan serta melakukan upaya mitigasi secara mandiri di lingkungannya masing-masing," ujar Isnawa.
(thm)
Lihat Juga :