Mengenal Tradisi Ojung, Kearifan Lokal Pelestarian Kekayaan Pangan di Bugeman Situbondo
Senin, 20 November 2023 - 16:34 WIB
Baca Juga: Upacara Adat Ngaben Kembali Digelar, Pariwisata Bali Segera Pulih
Bagi masyarakat Desa Bugeman, tradisi Ojung harus dilaksanakan oleh kepala desa. Tujuan tradisi Ojung untuk menghindari bencana alam, berbagai macam penyakit, carok, kematian hewan ternak, atau menghindari gagal panen untuk hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itulah, masyarakat Desa Bugeman tidak berani meninggalkan tradisi ini.
"Di tahun 2023, Desa Bugeman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pagelaran Budaya bertema Mertè Pangan Dhisa Bugeman ‘Pelestarian Kekayaan Pangan Desa Bugeman’ yang difasilitasi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan merupakan rangkaian kegiatan Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK)" ungkapnya.
Kegiatan ini menekankan pada aspek ketahanan pangan sebagai modal utama dalam implementasi pemajuan kebudayaan. Selain Desa Bugeman, di wilayah tapal kuda Jawa Timur, fasilitasi juga diberikan kepada desa-desa yang memiliki komitmen dalam hal ketahanan pangan yaitu, Desa Kandangan di Kabupaten Lumajang, Desa Klungkung di Kabupeten Jember, dan Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam melaksanakan tradisi Ojung, terdapat prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu produksi pangan sasandhing (sesajen). Untuk melatih warga desa dalam melestarikan tradisi ini, maka diadakan pelatihan dan pagelaran, sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, lembaga kebudayaan, dan pranata kebudayaan di Desa Bugeman.
Bagi masyarakat Desa Bugeman, tradisi Ojung harus dilaksanakan oleh kepala desa. Tujuan tradisi Ojung untuk menghindari bencana alam, berbagai macam penyakit, carok, kematian hewan ternak, atau menghindari gagal panen untuk hasil pertanian dan perkebunan. Untuk itulah, masyarakat Desa Bugeman tidak berani meninggalkan tradisi ini.
"Di tahun 2023, Desa Bugeman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pagelaran Budaya bertema Mertè Pangan Dhisa Bugeman ‘Pelestarian Kekayaan Pangan Desa Bugeman’ yang difasilitasi melalui Program Pemajuan Kebudayaan Desa dan merupakan rangkaian kegiatan Galang Gerak Budaya Tapal Kuda (GGBTK)" ungkapnya.
Kegiatan ini menekankan pada aspek ketahanan pangan sebagai modal utama dalam implementasi pemajuan kebudayaan. Selain Desa Bugeman, di wilayah tapal kuda Jawa Timur, fasilitasi juga diberikan kepada desa-desa yang memiliki komitmen dalam hal ketahanan pangan yaitu, Desa Kandangan di Kabupaten Lumajang, Desa Klungkung di Kabupeten Jember, dan Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi.
Dalam melaksanakan tradisi Ojung, terdapat prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu produksi pangan sasandhing (sesajen). Untuk melatih warga desa dalam melestarikan tradisi ini, maka diadakan pelatihan dan pagelaran, sekaligus sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, lembaga kebudayaan, dan pranata kebudayaan di Desa Bugeman.
Lihat Juga :