Begini Persiapan Jakarta Sebagai Kota Global Setelah Tak Jadi Ibu Kota
Jum'at, 17 November 2023 - 00:59 WIB
Sejauh ini, dari enam dimensi utama yang menjadi parameter kota global yakni Ekonomi, R&D, Interaksi Budaya, Livability/Kualitas Hidup, Lingkungan, dan Aksesibilitas, Jakarta memiliki peringkat yang cukup baik pada dimensi kualitas hidup dengan nilai 29 dan memiliki peringkat terbawah pada dimensi lingkungan dengan nilai 46.
Untuk dimensi ekonomi berada pada peringkat 40, dimensi R&D peringkat 45, dimensi interaksi budaya pada peringkat 42, serta dimensi aksesibilitas pada peringkat 45.
Karena itu, dia mendorong peringkat Jakarta sebagai kota global dalam berbagai dimensi dibutuhkan beberapa usulan yaitu memperkuat posisi Jakarta sebagai daerah kekhususan melalui pengesahan RUU kekhususan Jakarta, melanjutkan peningkatan fasilitas publik, salah satu integrasi antarmoda, TOD, dan green space sesuai standard kota global, yang juga mencakup daerah Bodetabek sebagai daerah penyangga.
Arlyana juga menyarankan membentuk Jakarta Exhibition and Convention Bureau atau Forum Koordinasi untuk promosi dan pemasaran pariwisata secara terintegrasi. Kemudian, melakukan penataan kembali fungsi bangunan bersejarah maupun bangunan milik pemerintah pusat di Jakarta dengan memperhatikan best and mix use yang optimal.
"Terakhir mendorong investasi yang bersumber dari creative financing baik bersumber dari Luar Negeri (LN) maupun Dalam Negeri (DN)," tambahnya.
Untuk dimensi ekonomi berada pada peringkat 40, dimensi R&D peringkat 45, dimensi interaksi budaya pada peringkat 42, serta dimensi aksesibilitas pada peringkat 45.
Karena itu, dia mendorong peringkat Jakarta sebagai kota global dalam berbagai dimensi dibutuhkan beberapa usulan yaitu memperkuat posisi Jakarta sebagai daerah kekhususan melalui pengesahan RUU kekhususan Jakarta, melanjutkan peningkatan fasilitas publik, salah satu integrasi antarmoda, TOD, dan green space sesuai standard kota global, yang juga mencakup daerah Bodetabek sebagai daerah penyangga.
Arlyana juga menyarankan membentuk Jakarta Exhibition and Convention Bureau atau Forum Koordinasi untuk promosi dan pemasaran pariwisata secara terintegrasi. Kemudian, melakukan penataan kembali fungsi bangunan bersejarah maupun bangunan milik pemerintah pusat di Jakarta dengan memperhatikan best and mix use yang optimal.
"Terakhir mendorong investasi yang bersumber dari creative financing baik bersumber dari Luar Negeri (LN) maupun Dalam Negeri (DN)," tambahnya.
Lihat Juga :