Budaya Floratama Ditampilkan di Parapuar Labuan Bajo
Kamis, 02 November 2023 - 16:27 WIB
Sebagai langkah aktivasi, BPOLBF dalam waktu dekat ini mulai memperkenalkan kawasan Parapuar kepada masyarakat dengan melaksanakan soft launching berupa mini event Picnic Over The Hill (POTH) di Zona 1 Parapuar.
Mini event ini akan diselenggaralan selama 2 hari, tanggal 11 - 12 November dengan memanfaatkan area yang telah dibangun dan layak pakai di zona yang juga menjadi titik 0 view point Parapuar tersebut.
Melalui mini event ini POTH yang ditargetkan mendatangkan 1.000 pengunjung ini menawarkan kenikmatan pemandangan Labuan Bajo dari sore (sunset) hingga malam (stargazing).
Saat ini, pengembangan kawasan telah dilakukan dengan membangun infrastruktur dasar yaitu jalan aspal sepanjang 1,5 km. Pembangunan kawasan pada setiap zona direncanakan akan dimulai pada 2024 mendatang dimulai dari pembangunan infrastruktur dasar seperti air, listrik, dan jaringan komunikasi.
Ada empat zona yang akan dibangun di atas lahan 400 hektare (ha) kawasan Parapuar tersebut. Salah satunya adalah zona budaya (cultural district) yang akan dibangun di area seluas 21,69 ha dari total kawasan seluas 114,73 ha.
Pengembangan zona ini terdiri dari pusat budaya (cultural center) seperti hikayat komodo, cultural perfomance park, museum, agriculture tourism, culture gallery, ring of fire Flores view, dan pray hill serta atraksi penunjang lainnya yang ikut mendukung pariwisata dan menonjolkan budaya NTT.
Nantinya, pengunjung dapat mempelajari dan menikmati kebudayaan dan kehidupan alam Flores selain menikmati ketenangan dan keindahan alam Labuan Bajo yang berkontur hutan dan perbukitan.
Mini event ini akan diselenggaralan selama 2 hari, tanggal 11 - 12 November dengan memanfaatkan area yang telah dibangun dan layak pakai di zona yang juga menjadi titik 0 view point Parapuar tersebut.
Melalui mini event ini POTH yang ditargetkan mendatangkan 1.000 pengunjung ini menawarkan kenikmatan pemandangan Labuan Bajo dari sore (sunset) hingga malam (stargazing).
Saat ini, pengembangan kawasan telah dilakukan dengan membangun infrastruktur dasar yaitu jalan aspal sepanjang 1,5 km. Pembangunan kawasan pada setiap zona direncanakan akan dimulai pada 2024 mendatang dimulai dari pembangunan infrastruktur dasar seperti air, listrik, dan jaringan komunikasi.
Ada empat zona yang akan dibangun di atas lahan 400 hektare (ha) kawasan Parapuar tersebut. Salah satunya adalah zona budaya (cultural district) yang akan dibangun di area seluas 21,69 ha dari total kawasan seluas 114,73 ha.
Pengembangan zona ini terdiri dari pusat budaya (cultural center) seperti hikayat komodo, cultural perfomance park, museum, agriculture tourism, culture gallery, ring of fire Flores view, dan pray hill serta atraksi penunjang lainnya yang ikut mendukung pariwisata dan menonjolkan budaya NTT.
Nantinya, pengunjung dapat mempelajari dan menikmati kebudayaan dan kehidupan alam Flores selain menikmati ketenangan dan keindahan alam Labuan Bajo yang berkontur hutan dan perbukitan.
(shf)
Lihat Juga :