Budaya Floratama Ditampilkan di Parapuar Labuan Bajo
Kamis, 02 November 2023 - 16:27 WIB
Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengembangkan kawasan pariwisata terpadu Parapuar di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT. Foto/Dok.BPOLBF
LABUAN BAJO - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) terus mengembangkan kawasan pariwisata terpadu di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kawasan wisata yang diberi nama Parapuar tersebut diambil dari dua kata dalam bahasa setempat (Manggarai). Para berarti pintu atau gerbang, dan puar yang berarti hutan.
Baca juga: Para Pemimpin ASEAN Terpesona Keindahan Alam Labuan Bajo
Pemilihan nama tersebut didasari prinsip kawasan yang akan dibangun mengedepankan nilai-nilai keberlangsungan lingkungan dan mempertahankan keaslian kawasan yang merupakan hutan produksi, yakni Hutan Nggorang Bowosie.
Kawasan ini diapiti oleh Desa Golo Bilas dan Desa Gorontalo dan Kelurahan Wae Kelambu di Kecamatan Komodo.
Pembangunan zona ini bertujuan untuk menjadi showcase kebudayaan Flores, Lembata, Alor, dan Bima (Floratama) serta mengangkat keunikan dan keragaman budaya setempat sebagai daya tarik wisata.
Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menjelaskan, pembangunan kawasan Parapuar merupakan langkah pemerintah untuk untuk menambah jumlah destinasi dan atraksi wisata baru yang ada di Labuan Bajo. Diharapkan hal ini dapat menambah lama tinggal dan kunjungan wisatawan di dalam kota Labuan Bajo.
Baca juga: Mutiara Hitam dari Labuan Bajo Hipnotis KTT ASEAN SUMMIT 2023
Kawasan wisata yang diberi nama Parapuar tersebut diambil dari dua kata dalam bahasa setempat (Manggarai). Para berarti pintu atau gerbang, dan puar yang berarti hutan.
Baca juga: Para Pemimpin ASEAN Terpesona Keindahan Alam Labuan Bajo
Pemilihan nama tersebut didasari prinsip kawasan yang akan dibangun mengedepankan nilai-nilai keberlangsungan lingkungan dan mempertahankan keaslian kawasan yang merupakan hutan produksi, yakni Hutan Nggorang Bowosie.
Kawasan ini diapiti oleh Desa Golo Bilas dan Desa Gorontalo dan Kelurahan Wae Kelambu di Kecamatan Komodo.
Pembangunan zona ini bertujuan untuk menjadi showcase kebudayaan Flores, Lembata, Alor, dan Bima (Floratama) serta mengangkat keunikan dan keragaman budaya setempat sebagai daya tarik wisata.
Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina menjelaskan, pembangunan kawasan Parapuar merupakan langkah pemerintah untuk untuk menambah jumlah destinasi dan atraksi wisata baru yang ada di Labuan Bajo. Diharapkan hal ini dapat menambah lama tinggal dan kunjungan wisatawan di dalam kota Labuan Bajo.
Baca juga: Mutiara Hitam dari Labuan Bajo Hipnotis KTT ASEAN SUMMIT 2023
Lihat Juga :