Curhat Pengusaha Wisata Saat Ekonomi Masyarakat Belum Pulih
Selasa, 04 Agustus 2020 - 21:42 WIB
Dia mencontohkan, pada saat libur long weekend Idul Adha lalu angka kunjungan wisatawan hanya 35% jika dibandingkan kondisi yang sama pada saat keadaan normal. Biasanya angka kunjungan perhari wisatawan mencapai 10.000 pengunjung, namun sekarang hanya sekitar 4.000 pengunjung. Meskipun jika dibandingkan libur weekend pekan sebelumnya ada kenaikan sekitar 20%.
Hal tersebut, lanjut Perry, karena pengunjung kebanyakan masih perorangan atau keluarga. Sementara untuk kunjungan rombongan besar/pariwisata masih belum ada akibat adanya pembatasan penumpang dan mahalnya ongkos perjalanan. Sehingga hal tersebut berpengaruh kepada angka kunjungan yang belum maksimal, kendati pemerintah sudah membolehkan kunjungan hingga 50% dari total kapasitas tempat.
"Saat weekend memang pengunjung mulai ramai, tapi di hari biasa paling rata-rata hanya 300-400 orang. Sementara biaya operasional pengeluaran meningkat seiring penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan," tuturnya.
(Baca juga: Di Tengah Pandemi, Demam Sepeda di Kota Bandung Masih Tinggi )
Dia pun menyoroti daya beli masyarakat yang masih belum pulih. Itu bisa dilihat dari wisatawan yang berkunjung ke The Great Asia Africa, mereka jarang ada yang berbelanja ataupun makan di resto yang ada di lokasi wisata. Kebanyakan adalah yang hanya ingin rekreasi, menikmati suasana alam bebas, setelah sekian lama berdiam diri di rumah. Belum lagi masih banyak warga yang masih takut untuk berpergian atau berkunjung ke tempat wisata.
Hal tersebut, lanjut Perry, karena pengunjung kebanyakan masih perorangan atau keluarga. Sementara untuk kunjungan rombongan besar/pariwisata masih belum ada akibat adanya pembatasan penumpang dan mahalnya ongkos perjalanan. Sehingga hal tersebut berpengaruh kepada angka kunjungan yang belum maksimal, kendati pemerintah sudah membolehkan kunjungan hingga 50% dari total kapasitas tempat.
"Saat weekend memang pengunjung mulai ramai, tapi di hari biasa paling rata-rata hanya 300-400 orang. Sementara biaya operasional pengeluaran meningkat seiring penerapan protokol kesehatan yang harus dilakukan," tuturnya.
(Baca juga: Di Tengah Pandemi, Demam Sepeda di Kota Bandung Masih Tinggi )
Dia pun menyoroti daya beli masyarakat yang masih belum pulih. Itu bisa dilihat dari wisatawan yang berkunjung ke The Great Asia Africa, mereka jarang ada yang berbelanja ataupun makan di resto yang ada di lokasi wisata. Kebanyakan adalah yang hanya ingin rekreasi, menikmati suasana alam bebas, setelah sekian lama berdiam diri di rumah. Belum lagi masih banyak warga yang masih takut untuk berpergian atau berkunjung ke tempat wisata.
Lihat Juga :