Sejarah Kerajaan Pajajaran: Asal-usul, Letak, Kejayaan, Keruntuhan, dan Peninggalannya

Jum'at, 29 September 2023 - 16:08 WIB
Prabu Siliwangi memindahkan ibu kota ke Pakuan karena kondisi geografisnya yang menguntungkan sebagai benteng alami, dikelilingi oleh sungai-sungai besar dan tebing curam.

Masa Keruntuhan Kerajaan Pajajaran



Kerajaan Pajajaran mengalami kemunduran setelah kematian Sri Baduga Maharaja. Pergantian kekuasaan terjadi, dan pengaruh Islam dari Cirebon dengan dukungan Demak dan Banten mulai mengancam.

Kerajaan lain menyerang Pajajaran, tetapi silsilah kerajaan tetap berlanjut. Raja Surawisesa digantikan oleh Ratu Sakti yang dianggap acuh tak acuh terhadap rakyatnya.

Kehidupan politik Pajajaran semakin buruk dengan tanah tandus, kelaparan, korupsi, dan penyalahgunaan wewenang. Pada 1197, Banten menaklukkan Pajajaran di bawah Raja Maulana Yusuf.

Pajajaran jatuh setelah Pakuan direbut oleh Banten, dan singgasana kerajaan juga dibawa pergi. Maulana Yusuf diangkat sebagai penerus sah dan memiliki hubungan darah dengan kerajaan Pajajaran.

Kerajaan Pajajaran sering mengalami pergantian raja, sehingga Maulana Yusuf menganggap dirinya sebagai pewaris tahta kerajaan.

Peninggalan Kerajaan Pajajaran



Sebagai salah satu kerajaan terbesar di Indonesia, Kerajaan Pajajaran meninggalkan banyak catatan sejarah, diantaranya:

- Prasasti Cikapundung

- Prasasti Batu Tulis

- Prasasti Huludayeuh

- Prasasti Ulubelu

- Prasasti Kebon Kopi II

- Prasasti Perjanjian Sunda - Portugis

- Situs Karangkamulyan

Demikian ulasan mengenai sejarah Kerajaan Pajajaran. Semoga informasi ini bermanfaat.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!