Dideklarasikan Kota Lengkap, Kota Bogor Jadi Bukti Kesuksesan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Rabu, 27 September 2023 - 21:17 WIB
Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto mendeklarasikan Kota Bogor sebagai Kota Lengkap. Menteri Hadi mengatakan, Kota Lengkap dapat tercapai karena adanya sinergi dan kolaborasi dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. Foto: Ist
BOGOR - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan seluruh kota/kabupaten di Indonesia menjadi Kota/Kabupaten Lengkap. Dengan dideklarasikannya Kota Bogor sebagai Kota Lengkap, maka saat ini terdapat 11 Kota/Kabupaten Lengkap di Indonesia.

Saat mendeklarasikan Kota Bogor sebagai Kota Lengkap di Kantor Wali Kota Bogor, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto mengatakan, Kota Lengkap dapat tercapai karena adanya sinergi dan kolaborasi dari pemerintah daerah serta aparat penegak hukum.



Dia mengapresiasi para camat yang telah mendukung pendaftaran tanah hingga ke tingkat desa. "Kadang-kadang camat terpidanakan karena dulu camat adalah PPAT sementara. Sekarang Bapak-bapak camat sudah bisa membuktikan bahwa dengan dukungan sinergi kolaborasi Bapak-bapak sekalian Kota Bogor sudah kita deklarasikan sebagai Kota Lengkap," ujar Hadi di Bogor, Rabu (27/9/2023).

Baca juga: Menteri Hadi: Pemberian Sertifikat Beri Kepastian Hukum Atas Tanah

Kota Bogor telah memenuhi syarat untuk jadi Kota Lengkap. Saat ini jumlah bidang tanah yang terdaftar mencapai 323.381 bidang tanah atau 98,76 persen dari total bidang tanah. Seluruh bidang tanah tersebut sudah terpetakan dan lengkap baik secara spasial maupun yuridis.

"Secara spasial berarti sudah tidak ada lagi gap dan overlap. Secara yuridis dibuktikan antara data fisik dan data elektronik semuanya akurat. Keuntungan yang langsung dirasakan masyarakat adalah kepastian batas bidang dengan tetangga yang berbatasan karena semuanya meyakini bahwa ini adalah tanah saya. Tidak ada mafia tanah karena sudah terdaftar secara elektronik di Pusdatin Kementerian ATR/BPN sehingga tidak ada lagi masalah tanah," kata Hadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!