Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Kiai Muda Jatim Bangun Sumur Bor
Selasa, 26 September 2023 - 12:36 WIB
Relawan Kiai Muda Jatim menyalurkan bantuan ribuan liter air bersih gratis bagi warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Senin (25/9/2023). Foto/Dok. SINDOnews
BOJONEGORO - Relawan Kiai Muda Jatim menghadirkan solusi terkait krisis air yang dihadapi warga Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Loyalis Ganjar Pranowo ini membangun sumur bor sekaligus memberikan ribuan liter air bersih gratis.
”Bantuan ini merupakan wujud kepedulian relawan terhadap permasalahan yang dialami warga,” kata Korwil Kiai Muda Jatim Ali Baidlowi, Senin (25/9/2023).
Bantuan ini diberikan untuk membantu warga desa yang tengah menghadapi krisis air imbas kemarau berkepanjangan. "Hari ini kami melakukan pengeboran sumur untuk warga, yang saat ini sedang kekeringan. Sudah bertahun-tahun mereka mengalami ini. Jadi, kami inisiatif buatkan sumur bor, sehingga nanti kalau mereka ambil air tidak jauh dari (rumah) mereka," ujarnya.
Ali menjelaskan, krisis air menjadi masalah menahun bagi warga desa. Tahun ini, kekeringan telah berlangsung selama enam bulan terakhir
Akibat kesulitan air ini, warga desa harus pergi cukup jauh untuk mengambil air dari wilayah lain. Sementara sebagian lainnya terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk sekadar membeli air bersih.
"Dua hari sekali pasti mereka membeli air. Waktu mereka terbuang untuk cari air. Setiap tahun, sekitar 4 hingga 5 bulan itu waktu mereka tidak bisa dipakai bekerja. Beternak hanya sampingan, pekerjaan mereka hanya cari air," jelasnya.
”Bantuan ini merupakan wujud kepedulian relawan terhadap permasalahan yang dialami warga,” kata Korwil Kiai Muda Jatim Ali Baidlowi, Senin (25/9/2023).
Bantuan ini diberikan untuk membantu warga desa yang tengah menghadapi krisis air imbas kemarau berkepanjangan. "Hari ini kami melakukan pengeboran sumur untuk warga, yang saat ini sedang kekeringan. Sudah bertahun-tahun mereka mengalami ini. Jadi, kami inisiatif buatkan sumur bor, sehingga nanti kalau mereka ambil air tidak jauh dari (rumah) mereka," ujarnya.
Ali menjelaskan, krisis air menjadi masalah menahun bagi warga desa. Tahun ini, kekeringan telah berlangsung selama enam bulan terakhir
Akibat kesulitan air ini, warga desa harus pergi cukup jauh untuk mengambil air dari wilayah lain. Sementara sebagian lainnya terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk sekadar membeli air bersih.
"Dua hari sekali pasti mereka membeli air. Waktu mereka terbuang untuk cari air. Setiap tahun, sekitar 4 hingga 5 bulan itu waktu mereka tidak bisa dipakai bekerja. Beternak hanya sampingan, pekerjaan mereka hanya cari air," jelasnya.
Lihat Juga :