Sejarah dan Asal-usul Batam, Hutan Belantara yang Disulap Jadi Kawasan Perdagangan Besar
Rabu, 13 September 2023 - 14:02 WIB
Ada beragamnya versi tentang asal-usul penamaan wilayah Batam. Foto/BP Batam
JAKARTA - Batam merupakan salah satu pulau yang berada dalam gugusan Kepulauan Riau. Kawasan ini menjadi bagian kepulauan yang ada di antara Selat Malaka dan Singapura.
Dalam gugusan pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Selat Malaka, Pulau Batam menjadi salah satu yang paling populer.
Tentunya menarik untuk mengetahui sejarah dan asal usul penamaan Batam. Mengingat dulunya pulau ini bukanlah apa-apa selain wilayah yang banyak terdapat hutan belantara.
Ada beragamnya versi tentang asal-usul penamaan wilayah ini. Dalam “Patahnya Gunung Daik,” tulisan Drs Abdul Razak disebutkan bahwa “Batam” merupakan akronim dari “batu ampa”. Ini merujuk pada cerita si Badang dan Putri Tumasik yang dikenal dalam khazanah hikayat rakyat Melayu.
Baca Juga 5 Fakta Menarik tentang Batam, Kota Terdekat dengan Negara Singapura
Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa “Batam” berasal dari kata “Batang.” Konon, ketika pertama kali tanah semenanjung tercipta, kawasan itu terkenal sangat labil. Ketika embusan angin Selatan datang, tanah semenanjung itu terbuai-buai diterpa angin kencang.
Dalam gugusan pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Selat Malaka, Pulau Batam menjadi salah satu yang paling populer.
Tentunya menarik untuk mengetahui sejarah dan asal usul penamaan Batam. Mengingat dulunya pulau ini bukanlah apa-apa selain wilayah yang banyak terdapat hutan belantara.
Asal-usul Nama Batam
Ada beragamnya versi tentang asal-usul penamaan wilayah ini. Dalam “Patahnya Gunung Daik,” tulisan Drs Abdul Razak disebutkan bahwa “Batam” merupakan akronim dari “batu ampa”. Ini merujuk pada cerita si Badang dan Putri Tumasik yang dikenal dalam khazanah hikayat rakyat Melayu.
Baca Juga 5 Fakta Menarik tentang Batam, Kota Terdekat dengan Negara Singapura
Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa “Batam” berasal dari kata “Batang.” Konon, ketika pertama kali tanah semenanjung tercipta, kawasan itu terkenal sangat labil. Ketika embusan angin Selatan datang, tanah semenanjung itu terbuai-buai diterpa angin kencang.
Lihat Juga :