Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan LRT Jabodebek
Minggu, 03 September 2023 - 19:42 WIB
Kereta LRT Jabodebek mampu meluncur dengan kecepatan maksimal sekitar 90 km/jam. Terdapat dua rute LRT Jabodebek yakni lintas Bekasi sepanjang 27,3 km dan lintas Cibubur 24,3 km. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - LRT Jabodebek beroperasi sejak 28 Agustus 2023 setelah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). LRT dioperasikan PT KAI di mana pembangunannya melibatkan PT KAI, PT Adhi Karya, PT Len Industri, dan PT INKA.
Latar belakang pembangunan LRT di Jakarta ketika proyek Monorel di Ibu Kota mangkrak. Tujuan Monorel atau LRT sebenarnya sama yakni mengurangi kemacetan Jakarta.
Pada akhirnya, Monorel benar-benar dihentikan karena investornya tidak memenuhi persyaratan lanjutan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Menindaklanjuti itu, pemerintah pusat mengubah Monorel dengan LRT karena lebih mudah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
Baca juga: Begini Cara Menghitung Tarif LRT Jabodebek, Mulai dari Rp5.000
Peletakan batu pertama atau groundbreaking LRT Jabodebek dilakukan pada 9 September 2015 oleh Presiden Jokowi. Groundbreaking dilaksanakan dekat Stasiun TMII, Jakarta Timur.
Pada Oktober 2020, kereta LRT Jabodebek mulai diuji coba. Uji coba tersebut untuk mengecek persinyalan dan kesiapan jalur yang akan dilalui.
Kemudian, 15 November 2020 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau sekaligus mengikuti uji coba persinyalan LRT Jabodebek. Uji coba dilakukan pada rute Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti.
Pada Juli 2023, jadwal uji coba operasional bagi masyarakat selama satu bulan hingga dioperasikan untuk umum pada 28 Agustus 2023.
LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi PT INKA. Kereta LRT menggunakan lebar sepur 1.435 mm dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga. Kereta LRT memiliki panjang 17.100 mm dan lebar 2.650 mm.
Setiap rangkaian dapat mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300-1.500 penumpang dalam kondisi padat. Untuk kecepatan kereta maksimal sekitar 90 km/jam.
LRT Jabodebek direncanakan memiliki enam lintas pelayanan. Keseluruhan rute LRT Jabodebek tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Umum Jaringan Jalur Kereta Api Pada Kawasan Jabodetabek.
Adapun rute LRT Jabodebek lintas Bekasi sepanjang 27,3 km, sedangkan LRT Jabodebek lintas Cibubur memiliki rute lebih pendek yakni 24,3 km.
Latar belakang pembangunan LRT di Jakarta ketika proyek Monorel di Ibu Kota mangkrak. Tujuan Monorel atau LRT sebenarnya sama yakni mengurangi kemacetan Jakarta.
Pada akhirnya, Monorel benar-benar dihentikan karena investornya tidak memenuhi persyaratan lanjutan yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Menindaklanjuti itu, pemerintah pusat mengubah Monorel dengan LRT karena lebih mudah terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.
Baca juga: Begini Cara Menghitung Tarif LRT Jabodebek, Mulai dari Rp5.000
Peletakan batu pertama atau groundbreaking LRT Jabodebek dilakukan pada 9 September 2015 oleh Presiden Jokowi. Groundbreaking dilaksanakan dekat Stasiun TMII, Jakarta Timur.
Pada Oktober 2020, kereta LRT Jabodebek mulai diuji coba. Uji coba tersebut untuk mengecek persinyalan dan kesiapan jalur yang akan dilalui.
Kemudian, 15 November 2020 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau sekaligus mengikuti uji coba persinyalan LRT Jabodebek. Uji coba dilakukan pada rute Stasiun TMII-Stasiun Harjamukti.
Pada Juli 2023, jadwal uji coba operasional bagi masyarakat selama satu bulan hingga dioperasikan untuk umum pada 28 Agustus 2023.
LRT Jabodebek menggunakan rangkaian kereta yang diproduksi PT INKA. Kereta LRT menggunakan lebar sepur 1.435 mm dengan sumber listrik disalurkan melalui rel ketiga. Kereta LRT memiliki panjang 17.100 mm dan lebar 2.650 mm.
Setiap rangkaian dapat mengangkut hingga 740 penumpang ketika normal dan hingga 1.300-1.500 penumpang dalam kondisi padat. Untuk kecepatan kereta maksimal sekitar 90 km/jam.
LRT Jabodebek direncanakan memiliki enam lintas pelayanan. Keseluruhan rute LRT Jabodebek tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Umum Jaringan Jalur Kereta Api Pada Kawasan Jabodetabek.
Adapun rute LRT Jabodebek lintas Bekasi sepanjang 27,3 km, sedangkan LRT Jabodebek lintas Cibubur memiliki rute lebih pendek yakni 24,3 km.
Lihat Juga :