Majelis Adat Keraton Aktif Gali Potensi Ekonomi Berbasis Budaya
Jum'at, 31 Juli 2020 - 15:48 WIB
“Kami tidak mau terjebak hanya sekedar upaya pelestarian seni tari, atau artefak yang dimiliki. Zaman sudah tidak bisa seperti itu,” tandas bangsawan Keraton Surakarta ini.
Terbukti ketika 70 tahun diam, keberadaan keraton terpinggirkan dari proses pembangunan bangsa. Sehingga MAKN kini aktif menggali nilai nilai kebudayaan, dan nilai ekonomi berbasis budaya. Bahkan, MAKN tengah berjuang keras agar bisa bangkit, minimal untuk dirinya sendiri dan komunitas adatnya.(Baca juga : Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo )
Meski demikian, pihaknya tetap siap bersinergi dengan pemerintah dalam penguatan ekonomi berbasis budaya untuk kepentingan bangsa dan negara. Eddy masih enggan membeberkan bentuk konkret penguatan ekonomi berbasis budaya. Namun hal itu sudah melalui riset yang berbasis nilai nilai luhur. Diantaranya adalah terkait dengan sumberdaya alam.
Terbukti ketika 70 tahun diam, keberadaan keraton terpinggirkan dari proses pembangunan bangsa. Sehingga MAKN kini aktif menggali nilai nilai kebudayaan, dan nilai ekonomi berbasis budaya. Bahkan, MAKN tengah berjuang keras agar bisa bangkit, minimal untuk dirinya sendiri dan komunitas adatnya.(Baca juga : Acara Slametan Awali Pemugaran Pesanggrahan Langenharjo Keraton Solo )
Meski demikian, pihaknya tetap siap bersinergi dengan pemerintah dalam penguatan ekonomi berbasis budaya untuk kepentingan bangsa dan negara. Eddy masih enggan membeberkan bentuk konkret penguatan ekonomi berbasis budaya. Namun hal itu sudah melalui riset yang berbasis nilai nilai luhur. Diantaranya adalah terkait dengan sumberdaya alam.
(nun)
Lihat Juga :