Bupati Batang: Idul Adha Jadi Momentum Sosialisasi Zero COVID-19
Jum'at, 31 Juli 2020 - 14:42 WIB
Bupati Batang Wihaji menyerahkan hewan kurban satu ekor sapi kepada Takmir Masjid Darul Muttaqim Bayang KH. Saifudin Zuhri. Foto Istimewa
BATANG - Di masa adaptasi kebiasaan baru pandemi dengan program zero COVID -19, menjadi salah satu tema yang disampaikan Bupati Batang Wihaji saat melaksanakan salat Idul Adha 144i1 Hijriyah, di Masjid Agung Darul Muttaqim, Batang, Jumat (31/7/2020).
Wihaji meminta kepada msyarakat Kabupaten Batang ikut membantu melaksanakan zero COVID -19."Gerakan zero atau nol Covid-19, biar kita bisa melaksanakan kegiatan ekonomi seperti jualan, beribadah di masjid perkerjaan lainya," pinta Wihaji. (Baca: Salat Idul Adha di 3 Masjid Besar Semarang, Begini Suasananya )
Ia mengatakan masyarakat sudah berdamai dengan Covid-19 tapi dengan catatan tetap melaksnakan peotokol kesehatan cukup pake maaker, cuci tangan dan jaga jarak. "Virus corona tidak kelihatan mata, maka paling penting mencegah penyebaranya yang kita tangani," katanya.
Ia menyampaikan, Pemkab Batang sudah mengeluarkan kebijkan lockdown keluarga agar yang psoitif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala tidak boleh keluar rumah dan terima tamu. 'Kami tanggung makan bagi keluarga yang kita lockdown selama 14 hari, uang 1 juta dan sembako," ungkap Wihaji
Wihaji meminta kepada msyarakat Kabupaten Batang ikut membantu melaksanakan zero COVID -19."Gerakan zero atau nol Covid-19, biar kita bisa melaksanakan kegiatan ekonomi seperti jualan, beribadah di masjid perkerjaan lainya," pinta Wihaji. (Baca: Salat Idul Adha di 3 Masjid Besar Semarang, Begini Suasananya )
Ia mengatakan masyarakat sudah berdamai dengan Covid-19 tapi dengan catatan tetap melaksnakan peotokol kesehatan cukup pake maaker, cuci tangan dan jaga jarak. "Virus corona tidak kelihatan mata, maka paling penting mencegah penyebaranya yang kita tangani," katanya.
Ia menyampaikan, Pemkab Batang sudah mengeluarkan kebijkan lockdown keluarga agar yang psoitif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala tidak boleh keluar rumah dan terima tamu. 'Kami tanggung makan bagi keluarga yang kita lockdown selama 14 hari, uang 1 juta dan sembako," ungkap Wihaji
Lihat Juga :