Selama Pandemi COVID-19, 1,3 Juta Pekerja Informal Kehilangan Pekerjaan

Rabu, 29 Juli 2020 - 15:23 WIB
Kadin Jabar mendistribusikan bantuan sembako untuk buruh dan pekerja informal di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
BANDUNG - Lebih dari 1 juta pekerja non formal di Jawa Barat diperkirakan kehilangan mata pencahariannya saat pembatasan aktivitas ekonomi beberapa waktu lalu. Kendati begitu, saat ini diperkirakan telah berangsur pulih seiring kembali berjalannya sektor ekonomi di Jabar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat Arifin Soendjayana mengatakan, di Jabar diperkirakan sekitar 1,3 juta pekerja informal. Mayoritas pekerja informal itu terkena dampak pandemi akibat pembatasan sosial beberapa waktu lalu. (BACA JUGA: Kabar Gembira, Korban PHK Akibat Pandemi Akan Dipekerjakan Kembali )



"Itu bisa dilihat dari penerima bantuan sosial Jawa Barat yang mencapai 10 juta kepala keluarga (KK) dari total 14 juta KK. Dari situ, sekitar 1 juta adalah prakerja. Di dalamnya termasuk para pekerja informal yang jumlahnya mencapai 1,3 juta," kata Arifin saat menyerahkan bantuan Kadin Jabar bagi pekerja dan buruh di Kantor Kadin Jabar, Kota Bandung, Rabu (29/7/2020). (BACA JUGA: Selama COVID-19, Angka Pengangguran di Cimahi Naik 12 Persen )

Kendati begitu, ujar dia, saat ini sektor ekonomi mulai kembali bergerak. Indikasinya, ekspor Jawa Barat telah kembali naik, walaupun bertahap. Perdagangan sektor rill yang melibatkan UMKM juga telah bergerak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!