Jelang Pemilu 2024, Aktivitas Parpol Pacu Ekonomi Jakarta
Selasa, 08 Agustus 2023 - 02:33 WIB
Selain itu dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta terutama bersumber dari kinerja konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah.
Sementara itu dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama bersumber dari LU Informasi dan Komunikasi (Infokom), LU Perdagangan, serta LU Jasa Perusahaan.
Sedangkan dari permintaan, konsumsi rumah tangga melanjutkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,26% (YoY), lebih tinggi dari triwulan lalu (4,18% YoY), sehingga memberikan kontribusi sebesar 3,10% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
“Pertumbuhan yang positif tersebut tercermin dari peningkatan penjualan mobil, impor barang konsumsi, indeks perdagangan ritel serta peningkatan konsumsi terutama pada kelompok hotel dan restoran,” tambahnya.
Tentunya, peningkatan konsumsi Rumah Tangga (RT) juga didukung oleh pemberian tunjangan hari raya (THR) dalam rangka Idulfitri. Selanjutnya, kinerja investasi pada triwulan II 2023 tumbuh 4,22% sehingga memberikan andil sebesar 1,54%.
“Perkembangan tersebut didorong oleh investasi bangunan seiring dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional (PSN) di DKI Jakarta,” paparnya.
Di sisi lain Arlyana merunci kinerja konsumsi pemerintah dengan andil sebesar 0,72% juga tumbuh positif sebesar 6,06% (YoY), meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,79% (YoY). Kondisi tersebut terutama bersumber dari meningkatnya belanja pegawai serta belanja bantuan sosial APBN.
Sementara dari sisi sektoral atau lapangan usaha, LU infokom tumbuh 8,26% (YoY) sehingga memberikan andil sebesar 1,10%, terutama didorong oleh tingginya produksi film dan pemanfaatan teknologi digital.
Sementara itu dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan terutama bersumber dari LU Informasi dan Komunikasi (Infokom), LU Perdagangan, serta LU Jasa Perusahaan.
Sedangkan dari permintaan, konsumsi rumah tangga melanjutkan pertumbuhan yang positif sebesar 5,26% (YoY), lebih tinggi dari triwulan lalu (4,18% YoY), sehingga memberikan kontribusi sebesar 3,10% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
“Pertumbuhan yang positif tersebut tercermin dari peningkatan penjualan mobil, impor barang konsumsi, indeks perdagangan ritel serta peningkatan konsumsi terutama pada kelompok hotel dan restoran,” tambahnya.
Tentunya, peningkatan konsumsi Rumah Tangga (RT) juga didukung oleh pemberian tunjangan hari raya (THR) dalam rangka Idulfitri. Selanjutnya, kinerja investasi pada triwulan II 2023 tumbuh 4,22% sehingga memberikan andil sebesar 1,54%.
“Perkembangan tersebut didorong oleh investasi bangunan seiring dengan berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional (PSN) di DKI Jakarta,” paparnya.
Di sisi lain Arlyana merunci kinerja konsumsi pemerintah dengan andil sebesar 0,72% juga tumbuh positif sebesar 6,06% (YoY), meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 1,79% (YoY). Kondisi tersebut terutama bersumber dari meningkatnya belanja pegawai serta belanja bantuan sosial APBN.
Sementara dari sisi sektoral atau lapangan usaha, LU infokom tumbuh 8,26% (YoY) sehingga memberikan andil sebesar 1,10%, terutama didorong oleh tingginya produksi film dan pemanfaatan teknologi digital.
Lihat Juga :