BMM Hadirkan Ambulans Terapung Bagi Warga Sambas Kalimantan Barat

Selasa, 28 Juli 2020 - 21:19 WIB
Kondisi Desa Sulung padat penduduk, miskin, dengan akses jalan setapak. Hanya bisa dilalui kendaraan roda 2. "Sulit sekali jika ada warga yang sakit apalagi mau melahirkan," Tutur Kartinah, Bidan Desa Sulung. (BACA JUGA: Tang Juan, Tentara China yang Dikejar-kejar FBI Diadili di AS)

Maklum, jika malam apalagi hujan, warga yang sakit mesti ditandu dengan sepeda motor atau mencari pinjaman perahu. Alhamdulillah, kini jika ada warga sakit, 24 jam siap dibawa ke puskesmas atau rumah sakit tanpa harus khawatir.

Jika sebelumnya warga harus menempuh jarak sejauh 10 Km dan memakan waktu selama 1 jam melalui perjalanan darat, kini mereka dapat menghemat jarak dan waktu setengahnya jika menggunakan perahu berupa ambulans terapung via sungai Sambas untuk menuju puskesmas atau rumah sakit. Ambulans Terapung ini dapat digunakan secara gratis bagi warga yang membutuhkan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata BMM dalam bidang kesehatan, Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) meresmikan Ambulans Terapung dan penyerahan alat kesehatan di Kampung Zakat Sambas, tepatnya di Desa Sulung, Kec. Sejangkung, Sambas, Kalimantan Barat pada Selasa (28/07/20).

Kampung Zakat merupakan Pilot Project Kementrian Agama di wilayah tertinggal berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2018, dan salah satu wilayahnya yaitu Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!