Ratusan Warga Antusias Ikuti Ruwatan Murwakala di Kayangan Api Bojonegoro
Kamis, 20 Juli 2023 - 09:43 WIB
Ratusan warga antusias mengikuti Ruwatan Murwakala yang digelar Disbudpar Bojonegoro di Kayangan Api, Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Rabu (19/7/2023).
BOJONEGORO - Ratusan warga antusias mengikuti Ruwatan Murwakala yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di Kayangan Api, Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Rabu (19/7/2023).
Ruwatan yang juga menghadirkan dalang Ki Sunyoto dalam pagelaran Wayang Kulit dengan musik tradisional Jawa ini memperkuat dan memelihara tradisi Jawa yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur. Tradisi ini merupakan salah satu upacara tradisional Jawa untuk membersihkan energi negatif dan melindungi masyarakat dari berbagai bencana dan gangguan spiritual.
Acara ini diadakan berkala oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya leluhur yang patut dilestarikan.
Dalam Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, dilakukan dengan kaidah membersihkan pengaruh buruk atau energi negatif yang mungkin tertanam dalam individu atau keluarga akibat peristiwa-peristiwa dari masa lalu, seperti tragedi, konflik, atau kegagalan. Upacara ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan dan membawa keharmonisan kembali ke dalam kehidupan.
Ruwatan yang juga menghadirkan dalang Ki Sunyoto dalam pagelaran Wayang Kulit dengan musik tradisional Jawa ini memperkuat dan memelihara tradisi Jawa yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur. Tradisi ini merupakan salah satu upacara tradisional Jawa untuk membersihkan energi negatif dan melindungi masyarakat dari berbagai bencana dan gangguan spiritual.
Acara ini diadakan berkala oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya leluhur yang patut dilestarikan.
Dalam Ruwatan Murwakala di Kayangan Api, dilakukan dengan kaidah membersihkan pengaruh buruk atau energi negatif yang mungkin tertanam dalam individu atau keluarga akibat peristiwa-peristiwa dari masa lalu, seperti tragedi, konflik, atau kegagalan. Upacara ini bertujuan untuk memulihkan keseimbangan dan membawa keharmonisan kembali ke dalam kehidupan.
Lihat Juga :