Program Jambanisasi Ganjar Berhasil, Kemenkes Sebut Jateng Segera Terbebas dari BABS
Rabu, 28 Juni 2023 - 23:23 WIB
“Penting itu. Berarti ada ada dukungan kebijakan, ada dukungan perencanaan penganggaran kemudian diwujudkan dalam bentuk suplai yang diwujudkan dalam bentuk infrastruktur sarana prasarana, bahwa seluruh KK (Kepala Keluarga) untuk punya akses terhadap jamban,” ujarnya.
Baca juga: KKN Tematik, Mahasiswa IPB-UGM Garap Pengolahan Sampah dan Jambanisasi di Jateng
Capaian tersebut, lanjut Anas, bisa disempurnakan dengan mendorong enam kabupaten yang warganya masih BAB sembarangan untuk menjadi SBS. Melihat antusias para bupati dan wali kota yang hadir dalam acara dialog tersebut, Anas optimistis hal itu bisa dilakukan.
“Para bupati wali kota sudah menyampaikan komitmen untuk segera mencapai dari 6 (daerah) itu. Nanti harapannya seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah ini bisa 100 persen ODF,” ungkapnya.
Dari 8558 desa dan kelurahan di Jateng, tahun 2022 sejumlah 7710 desa/ kelurahan atau 94,8 persen sudah ODF.
Ganjar Pranowo mengatakan, jambanisasi perlu dilakukan dengan serius karena menjadi salah satu program yang mendukung keberhasilan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Data BPS menyebut, tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4,8 juta orang atau 14,44 persen. Jumlah ini terus menurun hingga hanya 11,32 persen atau 3,89 juta jiwa pada 2018.
Baca juga: KKN Tematik, Mahasiswa IPB-UGM Garap Pengolahan Sampah dan Jambanisasi di Jateng
Capaian tersebut, lanjut Anas, bisa disempurnakan dengan mendorong enam kabupaten yang warganya masih BAB sembarangan untuk menjadi SBS. Melihat antusias para bupati dan wali kota yang hadir dalam acara dialog tersebut, Anas optimistis hal itu bisa dilakukan.
“Para bupati wali kota sudah menyampaikan komitmen untuk segera mencapai dari 6 (daerah) itu. Nanti harapannya seluruh kabupaten kota di Jawa Tengah ini bisa 100 persen ODF,” ungkapnya.
Dari 8558 desa dan kelurahan di Jateng, tahun 2022 sejumlah 7710 desa/ kelurahan atau 94,8 persen sudah ODF.
Ganjar Pranowo mengatakan, jambanisasi perlu dilakukan dengan serius karena menjadi salah satu program yang mendukung keberhasilan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
Data BPS menyebut, tahun 2013 jumlah penduduk miskin di Jateng sebanyak 4,8 juta orang atau 14,44 persen. Jumlah ini terus menurun hingga hanya 11,32 persen atau 3,89 juta jiwa pada 2018.
Lihat Juga :