Kemunculan Salju di Kawasan Gunung Bromo Merugikan Petani
Sabtu, 10 Juni 2023 - 10:04 WIB
Baca juga: Fakta-fakta Guru Les Musik Bunuh dan Buang Mayat Mahasiswi ke Jurang Pacet
Maka dari itu kata Didik, para petani sudah melakukan langkah antisipasi jika embun upas menyerang tanaman mereka. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak layu dan mati.
“Sehingga petani sudah mengantisipasi dengan penyemprotan air di pagi hari sebelum matahari terbit,” ujarnya.
Hal ini diakui Suwito, salah satu petani di Poncokusumo yang menyebut, embun upas menyerupai salju ini membuat pekerjaan petani di lereng Gunung Bromo Semeru bertambah. Pasalnya ketika tanaman tidak dibersihkan tanaman kentangnya akan mati.
"Setiap pagi ngecek harus dibersihkan, kalau nggak bisa mati. Memang embun upas ini kita ada sedikit kerja ekstra," ujar Suwito.
Di sisi lain, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardhani mengatakan bahwa munculnya fenomena embun upas diawali dengan cuaca yang terik dan panas pada siang harinya. Kemudian proses fenomena itu mulai terjadi pada sore hari.
“Pada sore hari ada kabut tipis, sedangkan pada malam hari dingin antara nol hingga lima derajat mendekati titik beku. Itu tanda-tanda frost bakal dijumpai,” tutur Septi.
Maka dari itu kata Didik, para petani sudah melakukan langkah antisipasi jika embun upas menyerang tanaman mereka. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak layu dan mati.
“Sehingga petani sudah mengantisipasi dengan penyemprotan air di pagi hari sebelum matahari terbit,” ujarnya.
Hal ini diakui Suwito, salah satu petani di Poncokusumo yang menyebut, embun upas menyerupai salju ini membuat pekerjaan petani di lereng Gunung Bromo Semeru bertambah. Pasalnya ketika tanaman tidak dibersihkan tanaman kentangnya akan mati.
"Setiap pagi ngecek harus dibersihkan, kalau nggak bisa mati. Memang embun upas ini kita ada sedikit kerja ekstra," ujar Suwito.
Di sisi lain, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Septi Eka Wardhani mengatakan bahwa munculnya fenomena embun upas diawali dengan cuaca yang terik dan panas pada siang harinya. Kemudian proses fenomena itu mulai terjadi pada sore hari.
“Pada sore hari ada kabut tipis, sedangkan pada malam hari dingin antara nol hingga lima derajat mendekati titik beku. Itu tanda-tanda frost bakal dijumpai,” tutur Septi.
Lihat Juga :