Tiga Bus JR Connexion Rute Sentul City-Blok M Diuji Coba

Jum'at, 24 Juli 2020 - 15:58 WIB
Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan, pengoperasian layanan JR Connexion merupakan bagian dari program BPTJ dalam meningkatkan moda share angkutan umum massal sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

“Sesuai target RITJ, salah satu Indikator Kinerja Utama BPTJ adalah pencapaian moda share angkutan umum massal sebesar 60% pada tahun 2029. Guna mencapai target tersebut, layanan JR Connexion menjadi salah satu bentuk inovasi untuk melayani penumpang dari kantong-kantong demand seperti permukiman menuju pusat perkotaan,” ujar Polana kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Ia menyampaikan bahwa meningkatkan ketersediaan layanan moda saja tidak cukup untuk mendorong masyarakar agar berpindah dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal.

Lebih dari itu, yang terpenting adalah bagaimana menumbuhkan kepercayaan publik bahwa angkutan umum massal adalah pilihan terbaik dan dapat diandalkan untuk aktivitas komuter. (Baca juga: Kemegahan Hagia Sophia Kembali Terpancar dengan Salat Jumat Pertama)

"Untuk itu kuncinya adalah pelayanan. Jika masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, dengan sendirinya masyarakat pasti akan berpindah ke angkutan umum massal." jelas Polana.

Polana mengajak agar para operator Bus JR Connexion terus berupaya dan berinovasi untuk memperbaiki layanan yang selama ini mereka lakukan. "Bisa dimulai dengan hal-hal yang ada dalam jangkauan seperti kebersihan moda, sopan santun, dan kepedulian awak kepada penumpang serta konsistensi jadwal layanan," kata Polana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!