Pecahnya Peperangan Mataram dan Banten Terjadi Ketika Sultan Amangkurat I Bertahta
Kamis, 25 Mei 2023 - 06:02 WIB
Pertempuran antara Kerajaan Mataram Islam dengan Banten akhirnya pecah. Pertempuran ini terjadi ketika Mataram di bawah kekuasaan Sultan Amangkurat I. Foto ilustrasi
PERTEMPURAN antara Kerajaan Mataram Islam dengan Banten akhirnya pecah. Pertempuran ini terjadi ketika Mataram di bawah kekuasaan Sultan Amangkurat I. Konon sang penguasa Mataram itu memiliki alasan yang tidak bisa terbantahkan hingga akhirnya melakukan pertempuran tak terelakkan.
Sultan kemudian menyatakan dirinya tidak tahan lagi melihat kesombongan orang Banten. Bahkan konon Sultan Amangkurat I juga merasa tersinggung dengan pelanggaran yang dilakukan Banten terhadap rakyat Mataram. Baca juga: Kepiawaian Sultan Amangkurat 1 Menggagalkan Pemberontakan Pangeran Alit
H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", mengisahkan bagaimana Banten konon membunuh rakyatnya di negaranya sendiri. Tetapi atas nasihat Tumenggung Pati, ia akan memberitahukan rencananya tersebut ke pihak Belanda terlebih dahulu.
Dan ini memang tepat sekali, tanpa persetujuan Batavia tidak mungkin dapat diadakan serangan terhadap Banten. Penguasa Mataram itu pun ingin supaya Banten menjadi kerajaan taklukannya.
Ini ternyata dengan jelas ketika Kepala Daerah Semarang menyita dua perahu Banten. Kemudian menyuruh para penumpangnya pulang kembali, setelah disediakan bagi mereka sebuah perahu tua dengan sedikit air dan beras.
Mereka menyampaikan pesan kepada Sultan Mataram bahwa kalau ia tidak cepat-cepat datang untuk memberi sembah kepada Sunan, maka bentengnya akan dihancurkan. Sultan sudah tentu tidak datang.
Sultan kemudian menyatakan dirinya tidak tahan lagi melihat kesombongan orang Banten. Bahkan konon Sultan Amangkurat I juga merasa tersinggung dengan pelanggaran yang dilakukan Banten terhadap rakyat Mataram. Baca juga: Kepiawaian Sultan Amangkurat 1 Menggagalkan Pemberontakan Pangeran Alit
H.J. De Graaf pada "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", mengisahkan bagaimana Banten konon membunuh rakyatnya di negaranya sendiri. Tetapi atas nasihat Tumenggung Pati, ia akan memberitahukan rencananya tersebut ke pihak Belanda terlebih dahulu.
Dan ini memang tepat sekali, tanpa persetujuan Batavia tidak mungkin dapat diadakan serangan terhadap Banten. Penguasa Mataram itu pun ingin supaya Banten menjadi kerajaan taklukannya.
Ini ternyata dengan jelas ketika Kepala Daerah Semarang menyita dua perahu Banten. Kemudian menyuruh para penumpangnya pulang kembali, setelah disediakan bagi mereka sebuah perahu tua dengan sedikit air dan beras.
Mereka menyampaikan pesan kepada Sultan Mataram bahwa kalau ia tidak cepat-cepat datang untuk memberi sembah kepada Sunan, maka bentengnya akan dihancurkan. Sultan sudah tentu tidak datang.
Lihat Juga :