Pangeran Saudi Bantah Ada Agen Asing dalam Pembunuhan Raja Faisal
Rabu, 29 April 2020 - 07:06 WIB
Menjawab pertanyaan tentang motif di balik tindakan individu apakah terkait dengan Raja Faisal sebagai pribadi atau kebijakannya, Pangeran Turki mengatakan bahwa sangat sulit untuk membedakan antara keduanya. Alasannya, karena motifnya mencakup keduanya, baik secara pribadi maupun terkait kebijakan Raja Faisal.
Pangeran Turki ingat bahwa ketika dia diangkat menjadi kepala Intelejen Umum Arab Saudi, sudah lazim untuk tidak mengumumkan nama direktur intelijen.
“Tapi pengangkatan saya diumumkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Royal Court, dan diumumkan kepada publik melalui media," kata dia.
“Ketika saya mengambil alih kendali, saya melihat peraturan Intelijen Umum yang terdiri dari satu halaman. Setelah mendapatkan persetujuan dari para penguasa, saya bekerja keras untuk menerapkan Peraturan Intelijen yang komprehensif untuk memastikan kelancaran fungsi serta untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan," kata dia.
Pangeran Turki menekankan bahwa Arab Saudi mengikuti hukum Syariah Islam, dan bahwa sistem intelijen dan yurisdiksinya tidak mengizinkan pembunuhan siapa pun di bagian dunia mana pun. Di sisi lain, perannya adalah untuk mengumpulkan informasi dan mencari sumber sebelum menyerahkannya kepada pejabat terkait.
Pangeran Turki mencatat bahwa Raja Faisal ingin membujuk anggota oposisi Saudi yang tinggal di luar kerajaan untuk kembali ke negara tersebut. "Kementerian Dalam Negeri, Intelejen Umum dan perwakilan Raja memainkan peran mereka dalam membuat upaya Raja Faisal berhasil dalam hal ini dengan mengembalikan sebagian dari mereka ke negara ini," kata dia.
Pangeran Turki ingat bahwa ketika dia diangkat menjadi kepala Intelejen Umum Arab Saudi, sudah lazim untuk tidak mengumumkan nama direktur intelijen.
“Tapi pengangkatan saya diumumkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Royal Court, dan diumumkan kepada publik melalui media," kata dia.
“Ketika saya mengambil alih kendali, saya melihat peraturan Intelijen Umum yang terdiri dari satu halaman. Setelah mendapatkan persetujuan dari para penguasa, saya bekerja keras untuk menerapkan Peraturan Intelijen yang komprehensif untuk memastikan kelancaran fungsi serta untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan," kata dia.
Pangeran Turki menekankan bahwa Arab Saudi mengikuti hukum Syariah Islam, dan bahwa sistem intelijen dan yurisdiksinya tidak mengizinkan pembunuhan siapa pun di bagian dunia mana pun. Di sisi lain, perannya adalah untuk mengumpulkan informasi dan mencari sumber sebelum menyerahkannya kepada pejabat terkait.
Pangeran Turki mencatat bahwa Raja Faisal ingin membujuk anggota oposisi Saudi yang tinggal di luar kerajaan untuk kembali ke negara tersebut. "Kementerian Dalam Negeri, Intelejen Umum dan perwakilan Raja memainkan peran mereka dalam membuat upaya Raja Faisal berhasil dalam hal ini dengan mengembalikan sebagian dari mereka ke negara ini," kata dia.
Lihat Juga :