Kisah Raja Mataram Buka Sayembara Besar-besaran untuk Pindahkan Istana ke Plered
Selasa, 02 Mei 2023 - 05:48 WIB
Sultan Amangkurat I memerintahkan rakyatnya untuk membantu pembangunan Istana Plered. Bahkan konon tak kurang 300.000 masyarakat dilibatkan dalam pembangunan istana yang baru itu. Foto ilustrasi
Sultan Amangkurat I memerintahkan rakyatnya untuk membantu pembangunan Istana Plered. Bahkan konon tak kurang 300.000 masyarakat dilibatkan dalam pembangunan istana yang baru itu.
Sultan Amangkurat I juga tak segan membuka audisi besar-besaran untuk memindahkan keraton di hari pertamanya pada hari Senin. Sang raja pula secara langsung mengumumkan bahwa kota baru akan dibangun dari batu bata dan bernama Plered, sesuai dengan pikiran ayahnya Sultan Agung. Baca juga: Kisah Cinta Terlarang Amangkurat 1 dengan Ratu Malang dan Dikurungnya 60 Dayang
H.J. De Graaf pada bukunya "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I" mengisahkan bangunan-bangunan di dalam tembok keliling istana terdapat bangunan-bangunan air di luarnya, yang sebagian bahkan sudah mulai dibuat sebelum didirikannya keraton yang baru.
Menurut Babad Sangkala, pada tahun 1565 J atau mulai 2 Maret 1643, ketika masih dalam masa pemerintahan Sultan Agung, bendungan atau plered sudah mulai dibangun dan inilah yang dijadikan nama untuk keraton yang baru itu.
Sultan Amangkurat I juga tak segan membuka audisi besar-besaran untuk memindahkan keraton di hari pertamanya pada hari Senin. Sang raja pula secara langsung mengumumkan bahwa kota baru akan dibangun dari batu bata dan bernama Plered, sesuai dengan pikiran ayahnya Sultan Agung. Baca juga: Kisah Cinta Terlarang Amangkurat 1 dengan Ratu Malang dan Dikurungnya 60 Dayang
H.J. De Graaf pada bukunya "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I" mengisahkan bangunan-bangunan di dalam tembok keliling istana terdapat bangunan-bangunan air di luarnya, yang sebagian bahkan sudah mulai dibuat sebelum didirikannya keraton yang baru.
Menurut Babad Sangkala, pada tahun 1565 J atau mulai 2 Maret 1643, ketika masih dalam masa pemerintahan Sultan Agung, bendungan atau plered sudah mulai dibangun dan inilah yang dijadikan nama untuk keraton yang baru itu.
Lihat Juga :