Tepis Operasi Yustisi Pendatang, Heru Budi: Dukcapil Hanya Mendata
Senin, 24 April 2023 - 11:36 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan tidak ada operasi yustisi kependudukan terhadap para pendatang usai Lebaran Idulfitri 2023 . Hanya saja, pemerintah setempat melakukan pendataan saja.
“Nanti Disdukcapil mendata saja supaya data-data kependudukan valid, mulai dari tinggalnya di mana, ada penjamin atau tidak dan ada pekerjaan atau tidak,” kata Heru Budi dalam keterangannya, Senin (24/4/2023).
Baca juga: 40 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Masuk Jakarta Usai Lebaran 2023
Heru Budi mengatakan, nantinya pihaknya hanya akan melakukan pendataan kependudukan terhadap para pendatang untuk memastikan keberadaannya di Ibu Kota. Sebab, Pemprov DKI memprediksi 40.000 pendatang baru tiba pascamudik Lebaran 2023.
“Untuk lebaran 2023, diprediksi jumlah pendatang baru pasca-Lebaran akan bertambah sebanyak 20%-30% atau sekitar 36.000-40.000 pendatang,” kata Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin melalui keterangannya, Minggu (16/4/2023).
Budi menyebutkan perpindahan penduduk ini perlu diantisipasi sebab berpotensi meningkatnya kemiskinan, stunting, pengangguran hingga angka kriminalitas di Jakarta.
“Nanti Disdukcapil mendata saja supaya data-data kependudukan valid, mulai dari tinggalnya di mana, ada penjamin atau tidak dan ada pekerjaan atau tidak,” kata Heru Budi dalam keterangannya, Senin (24/4/2023).
Baca juga: 40 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Masuk Jakarta Usai Lebaran 2023
Heru Budi mengatakan, nantinya pihaknya hanya akan melakukan pendataan kependudukan terhadap para pendatang untuk memastikan keberadaannya di Ibu Kota. Sebab, Pemprov DKI memprediksi 40.000 pendatang baru tiba pascamudik Lebaran 2023.
“Untuk lebaran 2023, diprediksi jumlah pendatang baru pasca-Lebaran akan bertambah sebanyak 20%-30% atau sekitar 36.000-40.000 pendatang,” kata Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin melalui keterangannya, Minggu (16/4/2023).
Budi menyebutkan perpindahan penduduk ini perlu diantisipasi sebab berpotensi meningkatnya kemiskinan, stunting, pengangguran hingga angka kriminalitas di Jakarta.
Lihat Juga :