4 Tahun Bima-Dedie Wujudkan Bogor Heritage, Green, dan Smart City
Jum'at, 21 April 2023 - 13:59 WIB
Tahun 2022, Bima-Dedie melakukan pembangunan menghubungkan Jalan Regional Ring Road (R3) tahap I dengan Exit Tol Bogor Selatan.
Pembangunan Jalan R3 dilakukan sepanjang 200 meter di Jalan Raya Parung Banteng yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bogor Utara dan Kecamatan Bogor Timur.
Pengerjaan pembangunan Jalan R3 menggunakan APBD Kota Bogor dengan nilai kontrak Rp4,8 miliar.
Dedie Rachim mengatakan pembangunan fisik infrastruktur masih terus dilakukan dengan pembangunan Jembatan Ottista yang akan dimulai pada 1 Mei 2023. ”Ditutup dengan pembangunan Jembatan Otista Baru ditahun ini,” katanya.
Untuk pembangunan Jembatan Otista, Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan dari Pemprov Jabar senilai sekitar Rp49 miliar. Tak hanya pembangunan infrastruktur, kepemimpinan Bima-Dedie juga meningkatkan pembangunan dari aspek manusia.
Satu di antaranya yakni dengan pemberian honor dan perlindungan bagi guru ngaji. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2018, kemudian dilanjutkan dengan tujuan memberi perhatian lebih bagi guru ngaji.
Hal itu dibuktikan dengan penambahan jumlah penerima intensif dari 2.800 guru ngaji, menjadi 3.000 guru ngaji di tahun 2022.
Pembangunan Jalan R3 dilakukan sepanjang 200 meter di Jalan Raya Parung Banteng yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bogor Utara dan Kecamatan Bogor Timur.
Pengerjaan pembangunan Jalan R3 menggunakan APBD Kota Bogor dengan nilai kontrak Rp4,8 miliar.
Dedie Rachim mengatakan pembangunan fisik infrastruktur masih terus dilakukan dengan pembangunan Jembatan Ottista yang akan dimulai pada 1 Mei 2023. ”Ditutup dengan pembangunan Jembatan Otista Baru ditahun ini,” katanya.
Untuk pembangunan Jembatan Otista, Pemerintah Kota Bogor mendapat bantuan dari Pemprov Jabar senilai sekitar Rp49 miliar. Tak hanya pembangunan infrastruktur, kepemimpinan Bima-Dedie juga meningkatkan pembangunan dari aspek manusia.
Satu di antaranya yakni dengan pemberian honor dan perlindungan bagi guru ngaji. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2018, kemudian dilanjutkan dengan tujuan memberi perhatian lebih bagi guru ngaji.
Hal itu dibuktikan dengan penambahan jumlah penerima intensif dari 2.800 guru ngaji, menjadi 3.000 guru ngaji di tahun 2022.
Lihat Juga :