Antisipasi Penumpukan Limbah, Pemkot Jakut Siapkan Eco Kurban

Selasa, 21 Juli 2020 - 09:05 WIB
Pengelolaan limbah hewan kurban dengan biodigester yang bisa menjadi biogas dan pupuk organik cair. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
JAKARTA - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menyiapkan pengolahan limbah hewan kurban dengan peralatan biodigester yang bisa menjadi biogas dan pupuk organik cair. Biodigester itu untuk mengatasi sampah organik dan penanganan limbah hewan kurban pada perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah .

"Biasanya saat penyembelihan hewan kurban limbahnya seperti kotoran dan jeroannya tidak terpakai langsung dibuang. Dengan biodigester kita akan tangani limbahnya dan memanfaatkannya menjadi produk yang ramah lingkungan atau yang dikenal dengan eco kurban," kata Kasudin LH Kota Administrasi Jakarta Utara, Achmad Hariyadi saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2020).



Achmad menjelaskan cara kerja alat biodigester sudah dipendam dalam tanah sebagai suatu proses pengolahan sampah organik. Ketika sampah organik pertama kali dimasukkan hingga penuh di dalam tabung maka dibutuhkan waktu fermentasi pertama sekitar tiga minggu hingga mengeluarkan gas pertama yang menjadi alternatif bahan bakar.

"Setelah fermentasi pertama, gas akan diproduksi secara terus-menerus tanpa harus menunggu lagi selama sampah organik sebanyak dengan besar kapasitas tangki 250 kg dimasukan setiap hari," terangnya. (Baca juga: Wabah Covid-19, Panitia Kurban Dilarang Bagi-bagi Kupon Daging )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!