Mengenal Asal Usul Nama dan Sejarah Pringsewu Lampung: Hutan Bambu dan Kolonisasi
Rabu, 19 April 2023 - 18:55 WIB
Jadi, saat itu datang sekelompok warga dari Pulau Jawa dan kolonis Desa Bagelen, Gedongtataan yang membuka permukiman baru. Dalam hal ini, mereka membabat hutan bambu yang cukup lebat di sekitar Margakaya.
Berdasarkan kondisinya yang ditumbuhi banyak pohon bambu, maka masyarakat desa setempat menyematkan nama “Pringsewu” untuk kawasan tersebut. Adapun penamaan ini berasal dari bahasa Jawa.
“Pring” artinya bambu, sedangkan ‘sewu’ adalah seribu. Sehingga Pringsewu sendiri memiliki arti ‘Bambu Seribu’ yang dimaksudkan wilayah tersebut banyak dijumpai pohon bambu.
Seiring waktu, berdiri pemerintahan Kawedanaan Tataan dan berkedudukan di pendopo Pringsewu sekitar tahun 1936. Saat itu, mereka dipimpin oleh seorang Wedana dari masa ke masa.
Baca juga: Asal-usul dan Sejarah Keberadaan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah
Namun, pada tahun 1964 pemerintahan Kawedanaan Tataan dihapuskan. Sebagai gantinya, dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang menjadi bagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1964.
Berdasarkan kondisinya yang ditumbuhi banyak pohon bambu, maka masyarakat desa setempat menyematkan nama “Pringsewu” untuk kawasan tersebut. Adapun penamaan ini berasal dari bahasa Jawa.
“Pring” artinya bambu, sedangkan ‘sewu’ adalah seribu. Sehingga Pringsewu sendiri memiliki arti ‘Bambu Seribu’ yang dimaksudkan wilayah tersebut banyak dijumpai pohon bambu.
Seiring waktu, berdiri pemerintahan Kawedanaan Tataan dan berkedudukan di pendopo Pringsewu sekitar tahun 1936. Saat itu, mereka dipimpin oleh seorang Wedana dari masa ke masa.
Baca juga: Asal-usul dan Sejarah Keberadaan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah
Namun, pada tahun 1964 pemerintahan Kawedanaan Tataan dihapuskan. Sebagai gantinya, dibentuk pemerintahan Kecamatan Pringsewu yang menjadi bagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Selatan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1964.
Lihat Juga :