Antisipasi Hoaks dengan Memeriksa Fakta dan Berita di Internet

Sabtu, 08 April 2023 - 17:17 WIB
Selain itu, ada fenomena gelembung informasi karena basis algoritma tertentu. Fenomena ini hanya memungkinkan informasi yang diterima seseorang hanya sesuai pada minatnya saja. Sebuah hoaks informasi yang secara terus menerus tampil dapat berpotensi dipercayai oleh banyak orang. Hal ini yang disebut dengan fenomena post truth.

Perkembangan artificial intelligence menjadi momok tersendiri dalam penipuan di internet. Teknologi AI dapat mengubah wajah seseorang mirip seperti aslinya. Teknologi ini sebenarnya menurut Syarief sudah digunakan sebelumnya dalam pembuatan film. Tetapi, potensi negatifnya juga tidak ikut sirna.

Karissa Sjawaldy sebagai Manajer Kebijakan Publik Meta Indonesia mengungkapkan Facebook sendiri mempunyai mekanisme moderasi konten negatif, hoaks, atau misinformasi. Facebook akan menghapus konten yang membahayakan atau yang berisi unsur kekarasan.

Kedua, mengurangi distribusi informasi di newsfeed misalnya informasi yang salah dan keliru. Ketiga, memberikan tanda untuk konten yang sudah diverifikasi.

Dari sisi pengguna, Karissa membagikan tips agar tidak ikut menyebarkan berita hoaks atau misinformasi. Pertama, cek kembali kebenaran informasi dari sumber yang terpercaya.

Kedua, cek judul berita yang bombastis dan tautan dari berita. Ketiga, cek foto atau video yang sudah termanipulasi. Keempat, cek tanggal pemberitaan sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!