Mapala UNS Tewas di Goa Braholo, Perangkat Desa: Tak Ada Izin dan Pendamping
Senin, 27 Maret 2023 - 17:11 WIB
Penduduk setempat perlu mendampingi karena yang lebih mengetahui medan dan karakteristik Goa Braholo. Terlebih selama ini warga sekitar menganggap goa tersebut adalah tempat yang sangat angker sehingga tidak ada warga yang berani menjamahnya. "Itu bukan goa, tapi Luweng. Sangat angker, warga saja tidak berani masuk. Ini kok nekat,"kata dia.
Pj Kapolsek Tepus, Iptu Ngatimin mengatakan berdasarkan keterangan rekan korban, Noval Bachrul Ulum (22) warga Tegal Jawa Tengah, merupakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) VAGUS Fakultas Kedokteran Universitas Negri Solo (UNS) yang tengah melakukan survey untuk kegiatan Diklat Lanjutan di Mapalanya. "Dia Bersama 7 rekannya melakukan survei di beberapa lokasi,"kata dia
Dia menyebut selain korban ada 6 orang lainnya sama-samq dari UNS. 6 orang ini terbagi dalam 2 kelompok di mana 4 orang ke Goa Braholo, selebihnya di area Panjat Tebing Pantai Siung yang memang masih berada di Kelurauan Purwodadi.
Bersama 3 rekannya, korban kemudian menuju ke area Goa Braholo yang berjarak sekitar 7 kilometet dari lokasi pertama. Sesampai di lokasi, korban berserta rekanya kemudian mengeluarkan peralatan untuk melakukan penurunan goa.
Mereka sebenarnya sempat persiapan di dekat jalan, kemudian menuju ke mulut goa untuk memasang tali pengaman (ancor) di sekitar area. Namun mereka tidak mengajak penduduk setempat untuk mendampingi.
Pj Kapolsek Tepus, Iptu Ngatimin mengatakan berdasarkan keterangan rekan korban, Noval Bachrul Ulum (22) warga Tegal Jawa Tengah, merupakan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) VAGUS Fakultas Kedokteran Universitas Negri Solo (UNS) yang tengah melakukan survey untuk kegiatan Diklat Lanjutan di Mapalanya. "Dia Bersama 7 rekannya melakukan survei di beberapa lokasi,"kata dia
Dia menyebut selain korban ada 6 orang lainnya sama-samq dari UNS. 6 orang ini terbagi dalam 2 kelompok di mana 4 orang ke Goa Braholo, selebihnya di area Panjat Tebing Pantai Siung yang memang masih berada di Kelurauan Purwodadi.
Bersama 3 rekannya, korban kemudian menuju ke area Goa Braholo yang berjarak sekitar 7 kilometet dari lokasi pertama. Sesampai di lokasi, korban berserta rekanya kemudian mengeluarkan peralatan untuk melakukan penurunan goa.
Mereka sebenarnya sempat persiapan di dekat jalan, kemudian menuju ke mulut goa untuk memasang tali pengaman (ancor) di sekitar area. Namun mereka tidak mengajak penduduk setempat untuk mendampingi.
Lihat Juga :