Lestarikan Kesenian Tradisional, GMP Gelar Pawai Bebegig Sukamantri
Minggu, 05 Maret 2023 - 22:45 WIB
GMP menggelar pawai kesenian Bebegig di Desa/Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/3/2023). Kegiatan itu merupakan bagian dari pelestarian budaya lokal yang ada di Ciamis. Foto/Dok. SINDOnews
CIAMIS - Ganjar Muda Padjajaran (GMP) menggelar pawai kesenian Bebegig. Kegiatan itu merupakan bagian dari pelestarian budaya lokal yang ada di Ciamis.
Pawai ini bekerja sama dengan padepokan Brajagati. "Bebegig ini harus kami angkat. Banyak orang yang belum tahu pertunjukkan Bebegig. Kalau di Ponorogo ada Reog, di Sukamantri kami punya yang namanya Bebegig," kata Ketua Umum GMP Rendra usai kegiatan di Desa/Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/3/2023).
Renda bersyukur karena pawai Bebegig ini disambut baik dan antusias oleh masyarakat. Menurutnya, kesenian ini sebagai hiburan rakyat, meningkatkan persatuan dan kesatuan serta memiliki manfaat lainnya.
"Ada 20 Bebegig yang keluar. Kami arak-arakan pawai berjalan sepanjang 10 Km. Kami lihat ada ribuan orang keluar rumahnya karena melihat keramaian (Bebegig)," ujarnya.
Menurut Rendra, pelestarian kesenian Bebegig ini merupakan keharusan. GMP berkomitmen terus berkolaborasi dengan para seniman untuk melestarikan kesenian Bebegig. Selain melestarikan, kesenian ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Pawai itu diikuti oleh puluhan Bebegig yang bertopeng dengan karakter beda-beda, dengan wujudnya yang seram dan besar, serta untaian rambut ikal panjang. Bebegig itu dimainkan oleh anak muda hingga dewasa.
Pawai ini bekerja sama dengan padepokan Brajagati. "Bebegig ini harus kami angkat. Banyak orang yang belum tahu pertunjukkan Bebegig. Kalau di Ponorogo ada Reog, di Sukamantri kami punya yang namanya Bebegig," kata Ketua Umum GMP Rendra usai kegiatan di Desa/Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/3/2023).
Renda bersyukur karena pawai Bebegig ini disambut baik dan antusias oleh masyarakat. Menurutnya, kesenian ini sebagai hiburan rakyat, meningkatkan persatuan dan kesatuan serta memiliki manfaat lainnya.
"Ada 20 Bebegig yang keluar. Kami arak-arakan pawai berjalan sepanjang 10 Km. Kami lihat ada ribuan orang keluar rumahnya karena melihat keramaian (Bebegig)," ujarnya.
Menurut Rendra, pelestarian kesenian Bebegig ini merupakan keharusan. GMP berkomitmen terus berkolaborasi dengan para seniman untuk melestarikan kesenian Bebegig. Selain melestarikan, kesenian ini juga mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Pawai itu diikuti oleh puluhan Bebegig yang bertopeng dengan karakter beda-beda, dengan wujudnya yang seram dan besar, serta untaian rambut ikal panjang. Bebegig itu dimainkan oleh anak muda hingga dewasa.
Lihat Juga :