Anak Belajar di Rumah, Konsentrasi Orang Tua Karier Terpecah
Jum'at, 17 Juli 2020 - 00:32 WIB
Dia pun mengakui selama belajar online di tahun ajaran baru ini atau pada akhir ajaran tahun lalu, cukup kesulitan untuk maksimal mendampingi putra-putrinya belajar di rumah.
"Sebagai orang tua yang bekerja, aktivitas belajar online seperti sekarang tidak ideal. Tapi karena COVID-19 ya mau gimana lagi," ujar Septi.
Hal senada disampaikan oleh Rohimat (42) yang bekerja sebagai staf distributor minuman. Selain konsentrasi pekerjaan yang harus dibagi dengan memperhatikan anaknya saat belajar online, dia pun harus mengeluarkan cost tambahan untuk biaya internet.
Sementara saat disinggung apakah dirinya setuju jika aktivitas sekolah dilakukan tatap muka, dia menyebutkan masih khawatir dengan penyebaran COVID-19 yang masih tinggi.
"Belajar online itu perlu akses internet makanya jadi nambah beli kuota dibanding kondisi normal. Jika normal biaya kuota hanya Rp200 ribu sebulan untuk saya dan istri, sekarang jadi nambah Rp100 ribu untuk anak belajar online," tutur Rohimat.
"Sebagai orang tua yang bekerja, aktivitas belajar online seperti sekarang tidak ideal. Tapi karena COVID-19 ya mau gimana lagi," ujar Septi.
Hal senada disampaikan oleh Rohimat (42) yang bekerja sebagai staf distributor minuman. Selain konsentrasi pekerjaan yang harus dibagi dengan memperhatikan anaknya saat belajar online, dia pun harus mengeluarkan cost tambahan untuk biaya internet.
Sementara saat disinggung apakah dirinya setuju jika aktivitas sekolah dilakukan tatap muka, dia menyebutkan masih khawatir dengan penyebaran COVID-19 yang masih tinggi.
"Belajar online itu perlu akses internet makanya jadi nambah beli kuota dibanding kondisi normal. Jika normal biaya kuota hanya Rp200 ribu sebulan untuk saya dan istri, sekarang jadi nambah Rp100 ribu untuk anak belajar online," tutur Rohimat.
(awd)
Lihat Juga :