Kisruh Penutupan Gang Besan Serpong, DPRD: Pengusaha Butuh Lingkungan, Warga Ingin Peluang Kerja

Rabu, 15 Februari 2023 - 18:18 WIB
Penutupan Gang Besan di Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong, Tangsel dengan tembok beton memunculkan kontroversi. Foto: MPI/Hambali
TANGERANG SELATAN - Kisruh penutupan akses jalan Gang Besan, Kampung Cicentang, Rawa Buntu, Serpong , Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian memanas setelah pihak pengusaha ogah membuka jalan meski sejengkal pun. Polemik ini membuat DPRD Tangsel angkat suara.

Anggota DPRD Tangsel Julham Firdaus menyarankan semua pihak yang terlibat tidak mengedepankan ego dan bijak mencari penyelesaian bersama. Pengusaha maupun warga saling membutuhkan satu sama lain.



Baca juga: Gang Besan Serpong Ditutup Beton, Perwakilan Pengusaha: Tak Sejengkal pun Kami Beri Akses Jalan

Kerja sama itu bisa terjalin asalkan komunikasi yang dibangun bukan untuk kepentingan pragmatis sesaat. "Marilah kita membuat suasana menjadi sejuk, nyaman, dan harmonis. Jangan ada yang terlalu mengedepankan amarah dan emosional. Kita harus cari solusi terbaik. Pengusaha pasti membutuhkan lingkungan dan lingkungan juga pasti mendapatkan peluang kerja atas usaha dan investasi yang ada," ujar Julham, Rabu (15/2/2023).

Dia juga mengajak stakeholder tingkat Kecamatan Serpong dari camat, lurah, dan tokoh masyarakat bisa sama-sama membantu komunikasi dan menampilkan peran humanis supaya ada jalan keluar.

Penutupan akses jalan Gang Besan dengan tembok beton setinggi 2 meter berdampak pada ratusan warga yang tinggal di sekitar. Mereka terpaksa memutar sejauh 2 km ke arah jalan raya. Mediasi berupa permohonan akses jalan pun gagal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!