Pencairan Telat, Ratusan Orang Tua Gadaikan KJP di Toko Perlengkapan Sekolah

Rabu, 15 Juli 2020 - 12:42 WIB
"Karena KJP belum cair, para orang tua ini kemudian menitipkan KJP sampai datangnya pencairan. Nanti tinggal dipotong, KJP dikembalikan,” tutur Syafri. Meski demikian Syafri enggan merinci alasan wali murid menggadaikan KJP itu. Menurutnya, pihaknya hanya menyelidiki adanya pemerasan di sana.

Kasudin Pendidikan wilayah 1, Agus Ramdhani tak memperkenankan adanya gadai KJP. Karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menurunkan tim mencati titik terang masalah itu. “Tapi karena ini masih penyidikan polisi, kita belum dapat utuh. Semuanya dipegang polsek, kita belum dapat nama-namanya,” ujar Agus. (Baca: Peras Pedagang Perlengkapan Sekolah, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk)

Mantan Camat Kembangan ini menambahkan pihaknya juga tak peduli adanya pemerasan dalam kasus itu. Menurutnya, persoalan yang ditanganinya yakni penyalahgunaan KJP yang dilakukan antara orang tua murid dengan pemilik toko. “Yang pasti gadai menggadai tidak boleh. Teknis bagaimananya biar nanti yang berkompeten menjelaskannya,” ucap Agus.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!